20 Tempat Budaya di DKI Jakarta Ditutup, Mall Diprediksi Dipadati Pengunjung

Mohamad Yan Yusuf, MNC Portal · Minggu 16 Mei 2021 10:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 16 338 2410736 20-tempat-budaya-di-dki-jakarta-ditutup-mall-diprediksi-dipadati-pengunjung-Tt259l1awd.jpg Foto: Okezone.

JAKARTA – Sebanyak 20 tempat budaya di kawasan DKI Jakarta akan ditutup sementara mulai 16-17 Mei 2021 guna mencegah terjadinya kerumunan saat libur lebaran dan akhir pekan. Namun, penutupan itu diprediksi akan membuat pusat perbelanjaan dan mall dipadati pengunjung.

Melalui posting di akun Instagram @dkijakarta pada Minggu (16/5/2021) Pemprov DKI Jakarta menginformasikan penutupan 20 tempat budaya tersebut.

BACA JUGA: Cegah Wisatawan Berkerumun, Penutupan Jalur Puncak Menuju Cianjur Bersifat Situasional

"Kabar terbaru dari Museum dan kawasan budaya yang dikelola Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta TUTUP sementara pada tanggal 16-17 Mei 2021," tulisnya dalam caption yang diposting.

Menurut informasi yang disampaikan, pelayanan dan aktifitas tempat-tempat budaya tersebut akan kembali dibuka pada tanggal 18 Mei 2021 dengan menerapkan protokol kesehatan yang berlaku.

Sebelumnya diketahui, demi memutus mata rantai dan mengantisipasi gelombang tsunami Covid-19, Pemprov DKI Jakarta memperketat sejumlah tempat wisata dan kebudayaan, hingga TPU. Selain itu, mereka juga meminta pemudik yang kembali ke Jakarta harus melengkapi tes antigen.

"Kesehatanmu adalah yang utama. Tetap patuhi protokol kesehatan yang ada dengan disiplin yang tinggi, hindari kerumunan, batasi mobilitas, serta bisa di rumah saja itu lebih baik," tambahnya.

BACA JUGA: Ditegur Anies, Dirut Tutup Sementara Kawasan Ancol

Sementara itu, sejumlah warga net mempertanyakan postingan itu, mereka menyayangkan langkah pemprov yang menutup kawasan tempat wisata. Pasalnya hal itu hanya akan menambah kerumunan di tempat lainnya.

"Nanti larinya pada k mall," komentar @_derisano.

Karena itu, mencegah kerumunan disatu titik, banyak warga net menyarankan agar sejumlah tempat itu memperketat prokes layaknya di sejumlah Mall.

"Kenapa ga dibuka dan prokesnya dijalankan kayak di mall2 gitu," tambahnya @rudi_norbilouz.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini