Guru Ngaji di Bekasi Nekat Cabuli Muridnya hingga 5 Kali

Abdullah M Surjaya, Koran SI · Senin 17 Mei 2021 08:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 17 338 2410995 guru-ngaji-di-bekasi-nekat-cabuli-muridnya-hingga-5-kali-QjUUB1m22j.jpg Guru ngaji cabuli muridnya hingga 5 kali. (Foto : Ist)

BEKASI – Seorang guru ngaji melakukan pencabulan dengan menyetubuhi muridnya yang berusia 14 tahun di Kampung Cinyosog RT 3/2, Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu (12/5). Tersangka UBA (39) menyetubuhi korban yang duduk di bangku kelas XII SMA ini hingga lima kali.

”Setelah mendapatkan laporan pihak keluarga, pelaku langsung kami amankan berikut barang bukti pada Minggu (16/5) malam,” kata Kapolsek Setu AKP Mukmin, Senin (17/5).

Menurut dia, tersangka menjalankan aksinya itu dilakukan di lingkungan masjid tempat belajar dan mengaji. Peristiwa tersebut berawal saat UBA yang berstatus sebagai guru ngaji di Masjid Al Hadid menghubungi korban SO (14) melalui Whatsaap dengan bilang ‘Saya Kangen’.

Mendapatkan pesan tersebut, korban keluar rumah tanpa meminta izin kepada orangtua ataupun saudaranya untuk menemui pelaku.

Kemudian korban menunggu di warung dekat rumahnya. Setelah bertemu di warung dekat rumah, tersangka meminta korban naik ke sepeda motornya.

Saat di perjalanan korban diiming-imingi akan dibelikan mukena atau baju dan uang Rp400 ribu. Alhasil korban tergoda dan membawa korban ke masjid tersebut.

Baca Juga : Penyelidikan Kasus Pimpinan Ponpes Diduga Cabuli Janda Disetop

Kanit Reskrim Polsek Setu Iptu Kukuh Setio Utomo menambahkan, tersangka memarkirkan sepeda motor di samping masjid dan korban langsung turun dan mengarah ke dalam ruangan marbot masjid. Tidak lama kemudian tersangka menyusul korban yang berada di ruangan masjid. ”Di situ tersangka sudah dipenuhi birahi tinggi,” tuturnya.

Setelah puas melampiaskan birahinya, tersangka kemudian mengantarkan korban pulang dengan berjalan kaki. Tersangka lalu memantaunya di samping masjid.

Saat di perjalanan korban ditelepon kakaknya untuk pulang dan ditanya dari mana. Korban menceritakan kejadian tersebut. Lalu pihak keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Setelah dilakukan penyelidikan, tersangka ditangkap dan langsung mengakui perbuatannya.

Kukuh menegaskan, berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan tersangka, pelaku sudah sebanyak 5 kali melakukan aksi tersebut. Sebelum kejadian terakhir, tersangka sempat mengancam korban bahwa akan pulang ke kampungnya dan tidak akan mengajar ngaji di masjid.

”Karena itulah korban pasrah disetubuhi tersangka,” ucapnya.

Saat ini tersangka dijerat dengan pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur secara berlanjut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 Ayat 1, 2 dan 3 UU RI No. 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Perpu No 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan kedua atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU Jo 64 Ayat 1 KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini