Polisi: Pengemudi Mini Cooper Tak Menerobos Rombongan Wapres

Carlos Roy Fajarta, · Senin 17 Mei 2021 16:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 17 338 2411276 polisi-pengemudi-mini-cooper-tak-menerobos-rombongan-wapres-Vp4IzLxgKx.jpg Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (Foto: okezone)

JAKARTA - Pengemudi mobil Mini Cooper mencoba masuk rangkaian iring-iringan Wakil Presiden (Wapres) RI Ma'ruf Amin diberhentikan polisi pada Minggu 16 Mei 2021 di Pintu Keluar Tol Semanggi, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Video peristiwa tersebut sempat viral di media sosial.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan bahwa pengemudi mobil tersebut bukan hendak menyalip rombongan Wapres melainkan mengekor dari belakang.

"Kemarin diamankan sebuah kendaraan mobil di tol. Bukan menerobos, iring-iringan pak Wapres melainkan dia mengekor dari belakang untuk menghindari kemacetan. Tapi tetap tidak boleh, karena ini rombongan VVIP. Sehingga oleh petugas diberhentikan dan ditanyai kepentingan dan suratnya. Yang bersangkutan sudah kita beri teguran dan kemudian dilepas," ujar Yusri Yunus, Senin (17/5/2021) sore di Mapolda Metro Jaya.

Baca Juga: Masuk Iring-iringan Wapres, Pengemudi Mini Cooper Ditangkap Polisi 

Sebelumnya, Kasat PJR (Patroli Jalan Raya) Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Akmal menjelaskan pengemudi tersebut mengaku tidak tahu kalau iring-iringan tersebut adalah iringan RI 2.

Mobil dengan warna hitam merah yang dikemudikan seorang pria dan satu penumpang wanita itu lantas diberhentikan polisi.

"Jadi, mungkin mau nyalip yang dikawal, tapi sebelum masuk dicegah. Dia enggak paham, mungkin hanya dikira rangkaian biasa. Dia enggak tahu kalau rombongan itu Wakil Presiden," ujar Akmal.

Baca Juga:  Viral Puncak Enggak Bisa Gerak, Polisi : Itu Video Lama!

Akmal menyebutkan si pengemudi Mini Cooper belum sempat masuk iringan dan tidak ditilang polisi karena surat-suratnya lengkap. Pengemudi Mini Cooper tersebut hanya diberikan teguran.

Ia mengimbau pengemudi kendaraan untuk sadar kalau tidak boleh sembarangan masuk ke dalam iring-iringan pejabat. "Kalau ada dikawal ya gak boleh, kalau mau ikut ya gak boleh. Biasanya masyarakat kita kalau ada pengawalan maunya ikut mengikuti (mengekor) di belakang," tandas Akmal.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini