Polisi: Pelaku Ancam Bunuh Korban Pemerkosaan Anak di Bawah Umur

Carlos Roy Fajarta, · Senin 17 Mei 2021 17:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 17 338 2411314 polisi-pelaku-ancam-bunuh-korban-pemerkosaan-anak-di-bawah-umur-ZkEvucddja.jpg Polisi merilis pelaku pemerkosaan dan perampokan di Bekasi (Foto: Carlos Fajar)

JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan bahwa anak perempuan berinisial ASA (15) yang menjadi korban kasus pencurian disertai dengan pemerkosaan di Bintara, Bekasi, diancam akan dibunuh oleh pelaku berinisial RTS (26).

"Awal mulanya pelaku (RTS) memanjat dari tembok belakang rumah korban dan masuk melalui lubang ventilasi. Yang masuk ke dalam rumah ini satu orang si RTS sedangkan RP menunggu di luar," ujar Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Senin (17/5/2021).

Ia menyebutkan bahwa anak di bawah umur yang jadi korban pencurian dan pemerkosaan saat itu sedang tidur-tiduran di ruang tengah atau ruang keluarga

Kemudian, para pelaku masuk ke rumah korban dan langsung melakukan penyekapan. Setelah itu, ASA diperkosa dan diancam dibunuh bila nekat berteriak.

"Kemudian juga tidak boleh menengok wajah pelaku kalau tidak mau dibunuh. Setelah melakukan pemerkosaan terhadap anak tersebut pelaku juga mengambil dua buah handphone milik korban yang ada di ruang tamu tersebut," ungkap Yusri Yunus.

Baca juga: Perampok & Pemerkosa Anak di Bawah Umur di Bekasi Ditangkap, Pelaku Pak Ogah dan Residivis

Sebagaimana diketahui, Subdit 4 Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota masih mengamankan dua pelaku pencurian disertai pemerkosaan yang terjadi di Bintara Bekasi Barat pada Sabtu (15/5/2021) sekitar Pukul 04.30 WIB.

RP (28) yang merupakan pelaku yang memboncengi RTS dan mengawasi keadaan sekitar serta AH (35) yang merupakan penadah handphone hasil curian. Sedangkan pelaku utama RTS (26) masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

Baca juga: 2.940 Pemudik Ikuti Random Swab Antigen di Posko Pengawasan Arus Balik, 6 Terkonfirmasi Positif Covid-19

Barang bukti yang diamankan dalam kasus ini yakni sebuah celana dalam korban, sebuah bantal lumba-lumba, sebuah handphone Samsung Galaxy J2 Prime, pakaian yang digunakan pelaku, serta sebuah sepeda motor Honda Supra dengan plat B-6518-UYD berikut STNK dan kunci motor.

Atas tindakan dan perbuatannya para pelaku dijerat dengan Pasal 365 ayat (2) KUHP dan atau Pasal 285 KUHP dan atau Pasal 76D Jo Pasal 81 Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang - Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dan atau Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 4 tahun (AH) dan 9 tahun (RP), serta 12 tahun (RTS).

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini