Operasi Ketupat Jaya Diperpanjang Antisipasi Puncak Arus Balik 21-23 Mei

Carlos Roy Fajarta, · Rabu 19 Mei 2021 17:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 19 338 2412450 operasi-ketupat-jaya-diperpanjang-antisipasi-puncak-arus-balik-21-23-mei-MHWZlg6dpA.jpg Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (Foto: okezone)

JAKARTA - Polda Metro Jaya memutuskan untuk memperpanjang Operasi Ketupat Jaya 2021 hingga 24 Mei 2021. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya arus balik pemudik lebaran Idul Fitri 1442 H pada akhir pekan ini.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menyebutkan Operasi Ketupat Jaya 2021 tadinya hanya berlangsung pada 6-17 Mei 2021. Namun, diperpanjang karena mempertimbangkan arus balik Idul Fitri.

Baca Juga:  Mudik Lebaran, 11 Orang Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan

Puncak arus balik Idul Fitri diperkirakan akan berlangsung pada Jumat 21 Mei hingga Minggu 23 Mei 2021.

"Diperkirakan tanggal 21, 22, dan 23 Mei adalah puncaknya arus balik Idul Fitri 2021. Walaupun Operasi Ketupat tanggal 17 sudah selesai tapi diperpanjang sampai tanggal 24 melihat situasional sekarang," ujar Yusri Yunus, Rabu (19/5/2021) sore di Mapolda Metro Jaya usai rilis kasus penyalahgunaan narkotika anak pedangdut Rita Sugiarto.

Ia menyebutkan pengawasan arus balik Idul Fitri 16-18 Mei 2021 di 14 titik pos pemantauan dan berbagai lokasi lainnya di wilayah hukum Polda Metro Jaya ada sebanyak 22 ribu pemudik sudah mengikuti swab antigen Covid-19.

"Tiga hari kemarin dari 22 ribu lebih yang sudah kita lakukan swab antigen, 22.762 dari tanggal 16 sampai dengan 18 Mei 2021. Jumlah kendaraan yang kita periksa itu ada 5.995 kendaraan," kata Yusri Yunus.

Ia menyebutkan, dari total 22.762 orang yang diperiksa swab antigen Covid-19 tersebut ada 100-an orang positif atau reaktif Covid-19.

"Ada 148 orang yang reaktif atau positif Covid-19, yang negatif itu ada 22.762 orang. Dari 148 yang positif Covid-19 ini sebanyak 74 orang isolasi mandiri di rumah dengan stiker dan pemberitahuan kepada RT dan warga sekitarnya," pungkas Yusri Yunus.

Baca Juga:  Polisi Bakal Perpanjang Operasi Ketupat hingga 24 Mei, Kendaraan Melanggar Diputarbalikkan

Kemudian, 57 orang lainnya dirujuk ke Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC-19) Wisma Atlet Kemayoran Jakarta Pusat, dan 17 orang dirujuk ke tempat lainnya.

"Jadi 148 orang pemudik ini bagaimana kalau dia lolos tanpa kita ketahui kalau dia positif bisa-bisa menjadi carrier atau menularkan kepada anggota keluarganya dan warga sekitar dia tinggal dan beraktifitas kerja," ungkap Yusri Yunus.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini