Bacakan Pleidoi, Habib Rizieq Minta Bebas Murni dalam Kasus Megamendung

Okto Rizki Alpino, Sindonews · Kamis 20 Mei 2021 14:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 20 338 2412910 bacakan-pleidoi-habib-rizieq-minta-bebas-murni-dalam-kasus-megamendung-bMQRgURjpV.jpg Habib Rizieq Shihab (Foto: Okezone)

JAKARTA - Habib Rizieq Shihab dalam pleidoi meminta Majelis Hakim memberikan keadilan berupa vonis bebas murni. Ia membantah dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus kerumunan warga di Pondok Pesantren Agrokultural Markaz Syariah Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

Menurut Habib Rizieq, pasal yang disangkakan JPU dinilai tidak dapat diterapkan lantaran kerumunan yang terjadi saat itu merupakan spontanitas. Tidak ada seruan maupun undangan untuk mengajak warga datang.

"Kerumunan tersebut spontan tanpa panitia sehingga tidak diketahui siapa yang bertanggung-jawab. Selain itu, terdakwa tidak pernah mengundang atau mengajak masyarakat berkerumun," kata Habib Rizieq di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (20/5/2021).

Baca Juga:  Alasan Habib Rizieq Menetap di Makkah: Hindari Pertumpahan Darah Usai Pilkada DKI

Selain tidak terbukti membuat kerumunan warga. Menurutnya, ada syarat yang belum terpenuhi seperti kedaruratan kesehatan apakah kerumunan Megamendung berdampak buruk pada kasus Covid-19 atau tidak.

"Syarat ini belum terpenuhi karena memang sampai saat ini belum dilakukan penyelidikan epidemiologi terhadap kerumunan Megamendung dan belum ada peraturan pemerintah yang menetapkan KKM (Kekarantinaan Kesehatan)," ujarnya.

Baca Juga:  Habib Rizieq Pakai Atribut Palestina saat Sidang, Ditegur Hakim dan Diminta Copot

Atas dasar itu, Habib Rizieq berharap Majelis Hakim dapat menjatuhkan vonis bebas murni karena tuntutan JPU dalam kasus kerumunan Megamendung merupakan politik kriminalisasi, diskriminasi hukum dan fakta.

"Karenanya, kami memohon karena Allah SWT demi tegaknya keadilan agar Majelis Hakim Yang Mulia memutuskan untuk terdakwa dengan vonis bebas murni. Dibebaskan dari segala tuntutan, dilepaskan dari penjara tanpa syarat. Dikembalikan nama baik, martabat, dan kehormatan," kata Rizieq membacakan penggalan terakhir pleidoinya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini