6 Fakta Pleidoi Habib Rizieq: Hindari Pertumpahan Darah & Ancaman Pembunuhan

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 21 Mei 2021 05:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 20 338 2412970 6-fakta-pleidoi-habib-rizieq-hindari-pertumpahan-darah-ancaman-pembunuhan-ZyfFIdpfd9.jpg Habib Rizieq (Foto : Istimewa)

JAKARTA - Kemarin, Kamis 20 Mei 2021, Habib Rizieq membacakan pleidoi di PN Jakarta Timur dan menuntut bebas murni atas dakwaan hakim terkait kasus kerumunan usai pulang dari Makkah, Arab Saudi, beberapa waktu lalu.

Sebab menurutnya, pasal yang disangkakan jaksa penuntut umum (JPU) tidak bisa ditetapkan lantaran kerumunan terjadi karena spontanitas.

Berikut 5 fakta pleidoi yang dibacakan Habib Rizieq:

1. Kerumunan karena Spontanitas

Di dalam persidangan Habib Rizieq mengatakan, pasal yang disangkakan JPU dinilai tidak dapat diterapkan lantaran kerumunan yang terjadi saat itu merupakan spontanitas.

Dia mengatakan tidak ada seruan maupun undangan untuk mengajak warga datang.

"Kerumunan tersebut spontan tanpa panitia sehingga tidak

diketahui siapa yang bertanggung-jawab. Selain itu, terdakwa tidak pernah mengundang atau mengajak masyarakat berkerumun," kata Habib Rizieq.

2. Minta Bebas Murni

Habib Rizieq merasa tidak ada bukti yang bisa membuatnya dihukum atas terjadinya kerumunan sebab hal itu merupakan spontanitas.

Menurutnya, ada syarat yang belum terpenuhi seperti kedaruratan kesehatan apakah kerumunan Megamendung berdampak buruk pada kasus Covid-19 atau tidak.

Atas dasar itu, Habib Rizieq berharap Majelis Hakim dapat menjatuhkan vonis bebas murni karena tuntutan JPU dalam kasus kerumunan Megamendung merupakan politik kriminalisasi, diskriminasi hukum dan fakta.

"Karenanya, kami memohon karena Allah SWT demi tegaknya keadilan agar Majelis Hakim Yang Mulia memutuskan untuk terdakwa dengan vonis bebas murni. Dibebaskan dari segala tuntutan, dilepaskan dari penjara tanpa syarat. Dikembalikan nama baik, martabat, dan kehormatan," kata Rizieq membacakan penggalan terakhir pleidoinya.

3. Pakai Syal Bendera Palestina

Habib Rizieq Shihab ditegur Majelis Hakim saat menjalani sidang pleidoi atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Pasalnya, Habib Rizieq memakai syal bermotif bendera Palestina di ruang sidang.

Hakim Suparman lantas mengatakan, pihaknya juga bersimpati atas apa yang terjadi di Palestina. Namun, syal itu harus dilepas demi menjaga marwah persidangan.

Baca Juga : Habib Rizieq Pakai Atribut Palestina saat Sidang, Ditegur Hakim dan Diminta Copot

"Menjaga marwah persidangan. Kebetulan ini lagi ramai berita, kita juga bersimpati," ujar Suparman kepada Habib Rizieq, Kamis.

"Nanti kalau di luar persidangan boleh dipakai, silakan. Jadi kita buka ya, baik, sidang perkara nomor 226 atas nama terdakwa Muhammad Rizieq dinyatakan terbuka dan terbuka untuk umum," kata Suparman.

4. Hindari Pertumpahan Darah

Habib Rizieq mengatakan, alasan dirinya dan keluarga pindah ke Kota Makkah adalah demi menghindari konflik horizontal usai Pilkada DKI 2017. Saat itu, Anies Baswedan-Sandiaga Uno mengalahkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot.

Habib Rizieq mengatakan, saat itu eskalasi politik semakin memanas dan masyarakat di akar rumput semakin terbelah, sehingga dikhawatirkan bentrok antar pendukung hingga terjadi pertumpahan darah.

“Karena itulah saya dan Keluarga memilih jalan untuk sementara waktu hijrah ke Kota Suci Mekkah," ujar Habib Rizieq dalam sidang pembacaan pleidoi di PN Jaktim.

5. Rekan-rekannya Diancam Dibunuh

Izin selama setahun tinggal di Makkah diambil oleh Habib Rizieq, dengan perkiraan kondisi masyarakat kembali kondusi setelahnya. Namun menurutnya, kondisi Indonesia masih belum aman setelah dia setahun berada di Makkah. Teror dan intimidasi terhadap rekan-rekannya terus terjadi.

Bahkan Habib Rizieq meyebut terjadi upaya percobaan pembunuhan terhadap Saksi Ahli IT yang membelanya, dengan ditusuk-tusuk di jalan tol di hadapan istrinya.

“Belum lagi terjadi sabotase dalam Acara Reuni 212 pada tahun 2019 dengan peledakan BOM PIPA di lokasi Acara di Monas," ucap Habib Rizieq.

Habib Rizieq juga menuding ada ‘operasi intelijen hitam’ yang menyebar fitnah ke Pemerintah Arab Saudi terkait dirinya. Dia mengaku sering diteror saat berada di Kota Makkah.

6. Diserang Buzzer & Kekuatan Gaib

Selama berlangsungnya Pilkada DKI 2017, Habib Rizieq mengaku terus mendapat serangan dari pada buzzer pendukung Ahok-Djarot.

Bahkan, kata dia, ia juga diserang sejumlah kekuatan gaib dari paranormal hingga para preman.

"Juga pengerahan para dukun dan paranormal untuk minta bantuan kekuatan gaib, dan pengerahan gerombolan preman untuk mengintimidasi masyarakat," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini