Palsukan Hasil Bebas Covid-19, Ayah dan Anak Ditangkap

Hasan Kurniawan, Okezone · Sabtu 22 Mei 2021 01:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 21 338 2413755 palsukan-hasil-bebas-covid-19-ayah-dan-anak-ditangkap-d78qNHjXVl.jpg Polres Tangerang Kota rilis pemalsuan surat bebas Covid-19. (Foto : Hasan Kurniawan)

TANGERANG - Dua pemudik ditangkap karena memalsukan surat bebas Covid-19. Keduanya adalah SN dan anaknya AS.

Kapolrestro Tangerang Kota Kombes Deonijiu De Fatima mengatakan, pemalsuan tersebut dilakukan karena orangtua dan anaknya itu takut menjalani swab langsung. Akhirnya mereka inisiatif membuat sendiri.

"Mereka membuat itu agar bisa lolos dari pemeriksaan petugas Satgas Covid-19 yang mendata masyarakat yang baru pulang mudik," katanya, Jumat (21/5/2021).

Ia menjelaskan, kasus ini terungkap pada Rabu 19 Mei 2021. Saat itu, kedua tersangka baru pulang mudik dari Tegal. Keduanya didatangi petugas Kelurahan Sukaasih, Kota Tangerang, untuk proses pendataan dan pemeriksaan.

"Tetapi kepada petugas kelurahan tersebut, SN mengaku telah melakukan swab antigen dengan hasil negatif yang dikeluarkan dari klinik di Jakarta Selatan," ucap Kapolres.

Namun, ketika diperiksa petugas, diketahui surat hasil swab antigen tersebut palsu. SN mengaku surat palsu ini dibuat sendiri oleh anaknya AS karena takut menjalani swab langsung.

Baca Juga : Realisasi Vaksinasi Bagi Lansia di Kabupaten Bogor Baru 7 Persen

"Sudah dilakukan penyelidikan, ternyata surat itu palsu. Yang bersangkutan telah mengakui bahwa ini dilakukan sendiri. Pelaku mencatut suratnya dari klinik, di Jakarta," ungkapnya.

AS membuat surat palsu ini dengan mengetik sendiri hasil keterangan swab dengan format melihat dari internet menggunakan laptop pribadi, lalu mencetak sampelnya. Padahal, tes swab antigen gratis di kantor kepolisian.

"Masyarakat yang telah melakukan mudik, jangan takut. Swab antigen gratis di posko yang telah disediakan pemerintah maupunepolisian. Tidak usah takut, datang saja. Swab antigen gratis," tuturnya.

Baca Juga : Wapres Ma'ruf Ditelepon Menteri Singapura, Bahas KRI Nanggala hingga Covid-19

Nahas, atas perbuatannya, orangtua dan anaknya itu dijebloskan ke penjara. Keduanya dijerat Pasal 268 KUHP tentang Pemalsuan Surat Keterangan Dokter dengan ancaman hukumannya empat tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini