Heboh Anies Terima Rumah Mewah dari Pengembang Reklamasi, TGUPP: Fitnah Jahat!

Tim Okezone, Okezone · Minggu 23 Mei 2021 15:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 23 338 2414278 heboh-anies-terima-rumah-mewah-dari-pengembang-reklamasi-tgupp-fitnah-jahat-wwdqyFrSpX.jpg Rumah yang disebut pemberian pengembang reklamasi kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: Media sosial)

JAKARTA - Beredar kabar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima rumah mewah dari pengembang reklamasi. Kabar tersebut langsung dibantah oleh Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP), Tatak Ujiyati.

Melalui akun Twitter-nya, Tatak menegaskan, bahwa informasi tersebut fitnah yang sengaja didesain untuk menjatuhkan dan menyerang Anies. Bahkan, dirinya menilai tuduhan tersebut berawal dari tuduhan lama, di mana awal itu cuitan pada 29 Juni 2020, namun, tidak menyebut nama.

"Sengaja diframing seolah2 terima rumah krn ijin reklamasi Ancol. Sangat jahat," ujarnya melalui akun @tatakujiyati, seperti dikutip Minggu (22/5/2021).

Baca Juga: Survei Pospoll Indonesia: Prabowo Unggul Jauh, Anies dan Ganjar Terus Bersaing Dibayangi Sandi

Menurutnya, pengembang property Australia Crown Grup sudah membangun dan menjual propertinya di Ancol itu sejak 2019. Bahkan, dilakukan jauh sebelum izin perluasan daratan Ancol pada 24 Februari 2020.

"Orang boleh saja melempar fitnah jahat tanpa ada konsekuensi hukum. Orang boleh saja mengulang-ulang fitnah, sehingga diterima oleh sebagian orang sebagai kebenaran. Tapi fitnah tetaplah sebuah kejahatan. Ada konsekuensi dr setiap perbuatan jahat, di dunia & di akhirat," tegasnya.

Baca Juga: Halal Bihalal Bareng PA 212, Anies Baswedan: Keadilan Jadi Prasyarat untuk Bisa Hidup Damai

Pihaknya juga telah memastikan bahwa memang rumah yang beredar dan dituduhkan terhadap Anies bukanlah milik Anies.

"Ternyata rumah ini ya memang BUKAN rumah ABW. Entah rumah milik siapa. Coba ya yg nuduh tolong buktikan tuduhannya. Tuduhan gratifikasi itu kan urusan hukum, lgs sj laporkan KPK kl py bukti. Kecuali kl mmg tujuannya sekedar merusak nama baik," tuturnya.

Sementara itu, pihaknya tak berpikiri untuk membuat laporan polisi. Fitnah tersebut hanya dianggap angin lalu, namun harus tetap ada klarifikasi.

"Ada netizen saran, laporkan polisi sj yg fitnah. Ya ampun jk kt layani tiap fitnah dg lapor polisi, pst sibuk sekali. Sementara ABW sy pahami lbh pilih fokus menunaikan janji politiknya kpd warga Jakarta. Maka fitnah2 itu kt anggap sj noise, yg ckp kt counter lalu abaikan," pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini