2 Muncikari Kasus Prostitusi Online di Jakbar Jadi Tersangka

Dimas Choirul, MNC Media · Senin 24 Mei 2021 14:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 24 338 2414688 2-muncikari-kasus-prostitusi-online-di-jakbar-jadi-tersangka-vYOBewhOds.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menetapkan dua tersangka dalam kasus prostitusi online, yang melibatkan puluhan anak-anak di bawah umur. Kedua tersangka diringkus saat berada di dua hotel yang berbeda di daerah Jakarta Barat.

Kasubdit 5 Ditreskrium Polda Metro Jaya, AKBP Pujiyarto mengatakan, pihaknya membongkar praktik prostitusi online di dua hotel Kawasan Jakarta Barat itu pada 19 dan 21 Mei lalu. Sebanyak 75 orang yang terdiri dari mucikari, wanita open BO, tamu serta karyawan dari hotel tersebut diamankan.

"Dari hasil pemeriksaan, kami tetapkan dua mucikari sebagai tersangka. Mereka ialah AD (27) dan AP (24)," kata Pujiyarto dalam siaran tertulis, Senin (24/5/2021).

Baca juga:  Polda Metro Jaya Ungkap Prostitusi Online Libatkan 18 Anak, Modusnya Dipacari Lalu Dijual

Pujiyarto menerangkan, adapun modus dua tersangka ini diketahui dengan mencari pria hidung belang melalui aplikasi MiChat. Keduanya diduga bertindak sebagai joki atau pencari tamu. Selanjutnya pelaku menawarkan korban kepada laki-laki melalui wanita BO (booking online) dengan tarif Rp300-500 ribu sekali kencan.

Uang dari hasil prostitusi online itu, lanjutnya, digunakan untuk membayar sewa kamar hotel, kebutuhan sehari-hari yang ditanggung oleh korban.

"Jadi para korban ini selain membayar sewa kamar hotel dan kebutuhan sehari-hari, juga memberikan komisi kepada pelaku sebesar Rp50-100 ribu dari setiap tamu," paparnya.

Baca juga:  Polisi: Modus Prostitusi Online Kenalan di Medsos, Dipacari, Kemudian Dijual

Atas perbuatannya, kedua mucikari ini dijerat dengan pasal berlapis di antaranya eksploitasi secara ekonomi dan atau seksual terhadap anak di bawah umur sebagaimana diatur dalam Pasal 88 Jo 76 I UU RI No.17/2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini