Share

Kasus Positif Covid-19 di Perumahan Griya Melati Bogor Bertambah Jadi 60 Orang

Haryudi, Koran SI · Senin 24 Mei 2021 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 24 338 2414817 kasus-positif-covid-19-di-perumahan-griya-melati-bogor-bertambah-jadi-60-orang-NRqxYMwzT0.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

BOGOR - Wali Kota Bogor, Bima Arya kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Perumahan Griya Melati Bogor kembali bertambah jadi 60 orang.

"Selama ditetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB), hari ini yang kemarin menjalani rapid test antigen diwajibkan PCR lagi dan hasilnya jadi bertambah yang sebelumnya 58 orang jadi 60 orang," kata Bima Arya di Balaikota Bogor, Senin (24/5/2021).

Baca juga:  Kasus Covid-19 Bertambah 5.907, Jawa Barat dan Jawa Tengah Penyumbang Terbanyak

Lebih lanjut, Bima Arya yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor ini menegaskan alasan seluruh kontak erat yang sebelumnya sempat menjalani rapid antigen kemudian diwajibkan PCR, selain karena ini KLB juga karena antigen tidak sepenuhnya valid.

"Jadi perlu diulang, karena antigen ini langkah kedua sesuai dengan kordinasi Kemenkes. Selain itu agar semua yang positif kembali menjalani proses isolasi mandiri tidak dilakukan di kediaman karena dikhawatirkan akan terjadi penularan risiko," ungkapnya.

Baca juga:  Update Corona di Indonesia 24 Mei 2021: Positif 1.781.127 Orang, 1.638.279 Sembuh dan 49.455 Meninggal

Tak lupa Bima Arya juga menyampaikan terima kasih kepada aparatur RT/RW di Perumah Griya Melati Bogor yang sudah bergerak cepat sehingga kasus ini cepat tertangani.

"Saya sampaikan juga kemarin kepada masyarakat Griya Melati Bogor yang mungkin bapak ibu cukup bertanya-tanya terpukul kenapa Griya Melati muungkin karena Allah SWT memberikan kepada umatnya dalam memberikan cobaan yang memang sanggup untuk menjalani itu," tandasnya.

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Condro Purnomo menambahkan dengan ditetapkannya KLB kasus Covid-19 di Griya Melati, maka sesuai ketentuan dari pemerintah penanganan itu ada di tingkat RT.

"Maka dari itu itu Perumahan Griya Melati kami anggap sebagai karantina area terbatas, untuk mencegah penyebaran bagi warga lainnya, kita mengacu kepada analisa hasil pelacakan kontak erat," jelasnya.

Menurutnya, bagi mereka yang sakit penanganannya oleh Dinkes Kota Bogor, namun demikian untuk yang sehat, dilakukan berdasarkan empat katagori.

"Tentunya kita mengacu kepada hasil analisis dari tim dinkes untuk melacak kontak erat, sehingga kami dari Satgas Covid-19 agar menyampaikan informasi ini sebenar-benarnya kepada para tetangga agar tidak sampai tertular," tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini