Pengakuan Mengejutkan Agen Rumah Mewah yang Dituding Milik Anies

Erfan Maaruf, iNews · Selasa 25 Mei 2021 14:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 25 338 2415234 pengakuan-mengejutkan-agen-rumah-mewah-yang-dituding-milik-anies-uOndUKb0GN.jpg Rumah mewah yang diisukan milik Anies Baswedan hadiah dari pengembang reklamasi (Foto: Media sosial)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diisukan menerima rumah mewah dari pengembang reklamasi. Dari hasil penelusuran, rumah tersebut ternyata sempat dipasarkan oleh agen Rizal melalui website jual beli properti.

MNC Portal telah melakukan penelusuran website jual beli properti tersebut. Hasilnya, salah seorang bernama Rizal dalam website mengakui pernah menjadi agen jual beli rumah yang diisukan diterima Anies.

"Iya benar saya dulu ikut memasarkan rumah itu tahun 2016. Dulu saya lihat masih ada plang saya hubungi pemilik rumah tersebut saya bantu memasarkan," kata Rizal kepada MNC Portal melalui telepon, Selasa (25/5/2021).

Baca Juga:  Terungkap, Rumah Mewah yang Dituduh Milik Anies Hasil Gratifikasi Ternyata Dicomot dari Portal Jual Beli Properti

Rizal mengaku terkejut atas viralnya rumah yang sempat dia pasarkan. Meski begitu, dia mengakui selain dirinya masih banyak agen lain yang ikut memasarkan rumah tersebut. Tidak hanya perorangan, agen perusahaan juga ikut memasarkan rumah mewah tersebut.

"Selain saya banyak juga yang memasarkan rumah itu," jelasnya.

Sejak tahun 2016 dia memasarkan rumah tersebut tidak menemukan hasil. Pada tahun 2018 dia memutuskan tidak lagi aktif dalam jual beli properti.

"Tahun 2018 saya of dari jual beli properti. Saya juga gak ngeliat iklan itu lagi, saya juga gak simpan nomor pemilik rumah itu," pungkasnya.

Baca Juga:  Anies Tantang Buktikan Isu Gratifikasi Rumah Mewah dari Pengembang Reklamasi

Sebelumnya, teradapat rumor perihal Anies menerima hadiah rumah dari pengembang reklamasi. Anies tidak mau ambil pusing dan meminta media melakukan pengecekan.

"Saya rasa teman-teman media bisa memanfaatkan ini untuk kesempatan kritis, karena kalau ada berita seperti itu, Anda kejar dimana lokasinya, dimana alamatnya, di mana nomornya, jadi beritanya itu lengkap," ujar Anies.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini