Berhalangan Hadir, Klarifikasi Direksi Telkomsel dan Telkom di Polda Metro Ditunda

Carlos Roy Fajarta, · Kamis 27 Mei 2021 16:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 27 338 2416297 berhalangan-hadir-klarifikasi-direksi-telkomsel-dan-telkom-di-polda-metro-ditunda-rmHjsSQW7a.jpg Dirkrimsus Polda Metro Jaya. (Foto: Carlos Roy)

JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dan Dirkrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Auliyansah Lubis menyampaikan perkembangan terkini terkait pemanggilan Direksi Telkomsel dan Telkom pada Kamis (27/5/2021).

"Ketiga mengenai pemanggilan Direktur Telkomsel dan Telkom. Hari ini memang ada jadwal klarifikasi, untuk lebih detail nanti akan dijelaskan oleh Dirkrimsus," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, Kamis (27/5/2021) siang di Mapolda Metro Jaya.

Sementara itu Dirkrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Auliyansah Lubis mengatakan pihaknya akan menjawab sejumlah pertanyaan dari awak media yang selama ini disampaikan dengan akomodir bersama Kabid Humas Polda Metro Jaya.

"Memang ada panggilan kepada EW dan SA terkait pengaduan masyarakat yang kita tindaklanjuti dengan LI dan sedang melakukan penyelidikan," ujar Aulia.

Ia mengungkapkan seharusnya pada Kamis (27/5/2021) ada agenda meminta klarifikasi terhadap kedua direksi tersebut.

"Seharusnya hari ini ada undangan klarifikasi. Namun keduanya karena ada kegiatan di Telkomsel dan sudah ada surat legal dari keduanya meminta penundaan klarifikasi hari ini," ungkap Aulia.

Baca juga: Hari Ke-11 Pemantauan Arus Balik di Jakarta, 834 Orang Positif Covid-19

Ia menjelaskan ketidakhadiran keduanya karena Telkomsel sedang ada kegiatan, yakni peluncuran 5G dan HUT Telkomsel.

"Jadi itu yang bisa kita sampaikan soal klarifikasi saudara AS dan EW. Untuk kasusnya sendiri ini ada dugaan dana yang dikucurkan Telkom saat itu yang disampaikan masyarakat tidak dapat dipertanggungjawabkan," jelas Aulia.

"Makanya kita klarifikasi, masih proses apakah dana tersebut sesuai dengan apa yang diadukan masyarakat. Nilai kerugian kurang lebih Rp300 Miliar," tandas Aulia.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini