Mami Gisel Didakwa soal Perdagangan Orang di Karaoke Venesia

Hasan Kurniawan, Okezone · Kamis 27 Mei 2021 21:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 27 338 2416449 mami-gisel-didakwa-soal-perdagangan-orang-di-karaoke-venesia-W0g4zjwlIs.jpg Sidang perdana kasus TPPO di Karaoke Venesia digelar di PN Tangerang (Foto: Hasan Kurniawan)

TANGERANG - Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Venesia, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten memasuki sidang perdana. Sidang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang itu sempat molor empat jam.

Sidang dipimpin Hakim Agus Iskandar dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Desty Novita dan Bambang. Keenam terdakwa dihadirkan di sidang, terdiri dari TT, RA, YS, K, AMP alias Mami Gisel dan YR alias Mami Febi. Mereka didakwa telah melakukan TPPO dan perbuatan cabul untuk penghidupan.

"Terdakwa diancam pidana, Pasal 2 Ayat (2) juncto Pasal 48 Ayat (1) UU Pemberantasan Tindak Pidana Penjualan Orang juncto Pasal 55 Ayat (1) KUHP," kata Jaksa Bambang, Kamis (27/5/2021).

Baca Juga:  Awak Kapal Perikanan Rentan Jadi Korban Kerja Paksa & Perdagangan Orang

Para terdakwa juga disangkakan telah melanggar Pasal 12 juncto 48 Ayat (1) UU RI tentang Perdagangan Orang juncto Pasal 55 Ayat (1) atau melanggar Pasal 296 KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) KUHP.

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang Selatan, Taufiq Fauzie mengatakan, keenam terdakwa yakni TT, RA, YS, K, AMP dan YR dijerat dua pasal.

"Disangkakan dua pasal tentang TPPO dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Pasal 2 UU TPPO, atau Pasal 12 UU TPPO, atau 296 KUHP," kata Taufiq, kepada wartawan, terpisah.

Baca Juga:  Bareskrim Ungkap Kasus Pedagangan Manusia, Warga Irak Diamankan

Dari keenam orang tersebut, diketahui tiga orang terdakwa, yakni TT, RA, YS merupakan manajemen dari operasional usaha Executive Karaoke Venesia. Sedang ketiga terdakwa lainnya, yakni KA, AMP, dan YR merupakan penyedia Pekerja Seks Komersial (PSK) atau muncikari di Executive Karaoke Venesia.

Terbongkarnya kasus TPPO dan bisnis lendir di karaoke Venesia ini dari penggerebekan Bareskrim Mabes Polri, pada Rabu 19 Agustus 2020. Puluhan PSK, dan muncikari diamankan saat itu.

Sejumlah barang bukti pun diamankan di lokasi penggerebekan, mulai uang tunai Rp730 juta, bundelan kuitansi, dan voucher ladies, alat kontrasepsi, baju kimono para PSK, dan yang lain-lainnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini