Guru Sebar Hoaks Palestina, Ariza: Jangan Urusi yang Bukan Wilayahnya!

Komaruddin Bagja, Sindonews · Kamis 27 Mei 2021 22:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 27 338 2416455 guru-sebar-hoaks-palestina-ariza-jangan-urusi-yang-bukan-wilayahnya-AaJEzunlHz.jpg Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) angkat bicara soal adanya seorang guru yang menyebarkan kabar soal sertifikat kerja yang diberikan Pemerintah Palestina kepada mantan Presiden Israel Shimon Peres pada 1933. Pesan tersebut dibagikan oleh guru SD itu di grup WhatsApp guru se-DKI Jakarta.

Ariza mengatakan, pihaknya sudah memberikan teguran kepada guru tersebut. "Pemprov melalui Disdik sudah menegur yang bersangkutan siapa saja yang kami minta apalagi seorang guru PNS harap diperhatikan regulasinya, SOP, keterangan, etika, sikap, perilakunya, harus menjadi teladan," kata Ariza di Jakarta, Kamis (27/5/2021).

Baca Juga:  6.653 Tempat Tidur di RS Jakarta Disiapkan Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19

Politisi Partai Gerindra itu meminta kepada guru agar fokus mencerdaskan anak bangsa dengan memberikan pengajaran tanpa harus ikut mengomentari di luar pendidikan.

"Tidak usah mengurusi termasuk mengomentari yang bukan menjadi wilayahnya. Bukan menjadi kewenangannya. Kami pastikan bahwa semuanya harus menjaga agar terjaga semuanya demi persatuan dan kesatuan," tambahnya.

"Urusan politik gak usah diurus oleh para guru. Guru tugasnya mendidik. Urusan lain-lain juga tidak usah. Jadi saya minta urusan guru tidak ada lain adalah menjadi pendidik yang baik," sambungnya.

Baca Juga:  Satu RT di Cilangkap Lockdown, Wagub DKI Sebut Disebabkan Silaturahmi saat Lebaran

Sekadar informasi, anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Ima Mahdiah lewat cuitannya menampilkan tangkapan layar berisi pesan viral yang dibagikan oleh oknum guru tersebut.

“Beberapa hari lalu saya melihat postingan ini di Twitter. Dan saya kaget seorang guru bisa memposting hal seperti ini di grup para guru DKI,” kata Ima dalam akun Twitter.

Dalam tangkapan layar yang ia unggah, tertera foto yang dinarasikan oleh oknum guru itu sebagai sertifikat masuk untuk Shimon Peres yang dikeluarkan oleh Pemerintah Palestina pada tahun 1935. Ima menilai, tidak sepantasnya guru ikut menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini