Bekasi Tunda 80 Sekolah Gelar Sekolah Tatap Muka

Abdullah M Surjaya, Koran SI · Sabtu 29 Mei 2021 08:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 29 338 2417099 bekasi-tunda-80-sekolah-gelar-sekolah-tatap-muka-GqAASZxjQZ.jpeg Sekolah tatap muka.(Foto:Dok Okezone)

BEKASI - Dinas Pendidikan Kota Bekasi menunda puluhan sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama untuk menggelar pembelajaran Adaptasi Tatanan Hidup Baru Satuan Pendidikan (ATHB-SP) di wilayahnya. Penundaan itu, menyusul tren kasus Covid-19 kategori usia produktif melonjak tinggi.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah mengatakan, sebanyak 80 sekolah yang mengajukan diri untuk melakukan proses pembelajaraan tatap muka terpaksa ditunda. Padahal, sekolah yang mengajukan mulai dari SD hingga SMP tersebut sudah layak menggelar kegiatan ATHB-SP.

"Kita terpaksa menundanya, karena tren penularan Covid-19 pasca Lebaran 2021 sangat tinggi," katanya. Menurut dia, sebanyak 80 sekolah tersebut rupanya juga sudah mengajukan diri ke Data Pokok Pendidikan (Dakodik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan guna melakukan proses pembelajaran.

Baca Juga: Sekolah Tatap Mulai Dimulai Juli, Satgas Pantau Perkembangan Pandemi Covid-19

"Dari 80 sekolah, mereka sudah input ke dapodik. Kalau kita lihat berdasarkan hasil pemantauan, semuanya sudah terpenuhi dari sarana prasarana dan infrastruktur sudah cukup dan syaratnya juga sudah terpenuhi," tuturnya. Untuk itu, pemerintah setempat terpaksa untuk menundanya sementara.

Oleh sebab itu, Dinas Pendidikan Kota Bekasi akan terus melakukan evaluasi serta menunggu arahan lebih lanjut dari Gugus Tugas tingkat Kota mengenai akan ditambahkannya sekolah yang akan melakukan ATHB-SP atau tidaknya."Kita menunggu arahan, kesehatan peserta didik menjadi prioritas utama," ucapnya.

Berdasarkan catatan Dinas Pendidikan Kota Bekasi, jumlah sekolah tingkat SD dan SMP yang telah menggelar pembelajaran ATHB-SP saat ini sebanyak 220 sekolah. Saat ini, pihaknya terus melakukan koordinasi dan telah melakukan pemetaan pada sekolah yang menyelenggarakan ATHB SP yang dinyatakan zona merah.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya terus melakukan evaluasi, setiap sekolah wajib melakukan kerjasama dengan Puskesmas setempat dan gugus tugas tingkat wilayah.

Dinas pendidikan mengintruksikan kepada Kepala Sekolah untuk selalu melakukan pengendalian Covid kepada warga belajar (peserta didik, guru, TU, OB dan security).

Kemudian menyediakan sarana penunjang protokol kesehatan setiap hari selama proses belajar mengajar dan mengedepankan protokol kesehatan secara ketat."Kami masih terus melakukan evaluasi serta menunggu arahan dari Gugus Tugas , kesehatan peserta didik menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bekasi menyebutkan kasus Covid-19 dari klaster anak di wilayahnya mengalami peningkatan. Dari 263 kasus positif Covid-19, jumlah anak yang terinfeksi mencapai 19,97 persen. Alhasil, pemerintah setempat akan mengevaluasi secara menyeluruh kegiatan belajar tatap muka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini