Share

Bos Kartel Tembakau Sintetis Rekrut Anak Muda untuk Jalankan Bisnisnya

Erfan Maaruf, iNews · Senin 31 Mei 2021 12:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 31 338 2417888 bos-kartel-tembakau-sintetis-rekrut-anak-muda-untuk-jalankan-bisnisnya-CiuXHLxzfO.jpg Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Polres Metro Jakarta Selatan membongkar kartel kasus home industri tembakau sintetis sebesar lebih dari 185 Kilogram. Semua pelaku kartel home industri tembakau sinteteis tersebut dilakukan oleh anak muda di bawah umur 25 tahun.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan, sebanyak tiga home industri tembakau sintetis yang dibongkar yakni di Banten, Bogor dan Bandung. Tiga home industri tembakau sintetis tersebut semuanya bermuara oleh bos besar berinisial G yang saat ini masih dalam proses pengejaran.

"Aktor utama masih kita cari inisialnya G, dia yang mengendalikan semuanya. Sama dengan kartel yang semua anak-anak muda pelakunya," kata Yusri dalam keterangan pers di Polres Jaksel, Senin (31/5/2021).

Baca juga: Bongkar Home Industri di Bogor, Total 185 Kg Tembakau Sintetis Diamankan

Dia menjelaskan, bos kartel berinisial G tersebut dalam memantau setiap pergerakan tanpa bertemu dengan bawahannya. Bos berinisial G hanya menjalan kartel tersebut menggunakan media sosial.

"Dia yang mengendalikan, tetapi tidak bertemu dengan kaki tangannya yang lain. Di mengendalikan melalui grup-grup di media sosial," jelasnya.

Baca juga: Polres Metro Jaksel Kembali Ungkap Home Industry Tembakau Sintetis

Yusri menjelaskan, dalam menjalankan aksinya aktor G memasang anak-anak muda. Kemudian orang yang direkrut tersebut juga membawa bawahannya dengan semua umur di bawah 25 tahun.

Setidaknya ada sembilan tersangka dalam kasus home industri tembakau sintetis tersebut. Para tersangka yang diamankan memiliki masing-masing di antaranya AH (kurir), MR (penjual), AF (penjual), J (penjual), R (produksi dan penjual), RP (produksi dan penjual), RA (produksi dan penjual), TA (produksi dan penjual), M (produksi dan penjual).

"Mereka merekrut satu-satu. Semua rata-rata anak-anak umur 20 tahun ke atas. Seperti mereka ini mereka paling tua umurnya 24 tahun," bebernya.

Seluruh tersangka tersebut telah memenuhi unsur pasal yang dipersangkakan sesuai Pasal 114 ayat (2) sub Pasal 113 ayat (2) sub Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun penjara.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini