Berikut Peran 9 Pelaku Peredaran Tembakau Sintetis

Ari Sandita Murti, Sindonews · Senin 31 Mei 2021 13:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 31 338 2417904 berikut-peran-9-pelaku-peredaran-tembakau-sintetis-U5Mv2Z1jre.jpg Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Polisi menciduk sembilan pelaku peredaran tembakau sintetis sebanyak 185 kilogram di kawasan Bogor, Jawa Barat. Dari sembilan orang pelaku itu, ada yang berperan sebagai kurir, penjual, pelaku produksi, dan juga otak pemasaran dan pengendali peredaran tembakau sintetis tersebut.

"Dari sembilan orang ini, mereka punya perannya masing-masing karena ini termasuk jaringan, kartel," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Senin (31/5/2021).

Baca juga:  Bos Kartel Tembakau Sintetis Rekrut Anak Muda untuk Jalankan Bisnisnya

Menurutnya, pelaku AH berperan sebagai kurir, lalu MR, AF, dan J berperan sebagai penjual, sedangkan R, RP, RA, TA, dan M selaku pelaku produksi tembakau sintetis sekaligus penjual. Sedangkan lima orang DPO yang masih dilakukan pengejaran berperan sebagai otak peredaran tersebut.

"Diantara DPO itu G aktor utamanya, dia pemilik akun yang mengendalikan melalui media sosial sekaligus pemilik marketnya dan PW orang yang mengendalikan produksinya," tuturnya.

Baca juga:  Bongkar Home Industri di Bogor, Total 185 Kg Tembakau Sintetis Diamankan

Dia menambahkan, dalam berkomunikasi antara oktor utama dengan para kaki tangannya itu, bisa disebut memakai cara mata rantai terputus. Artinya, aktor utama dan kaki tangannya itu, yakni 9 pelaku itu hanya berkomunikasi via medsos dan tak pernah bertemu.

"Mereka ini pintar bagaimana caranya bisa terputus mata rantainya. Dia mengendalikan tapi juga tidak bertemu dengan para kaki tangan yang lain, yang ketemu cuma satu dua orang kaki tangannya, dia kendalikan dan pasarkan melalui medsos, bagaimana sistem mengambil barang dan menagih uang hasil itu sudah ada orang lagi yang mengatur secara rapi," katanya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini