Polisi Tangkap Penjual Obat Aborsi Ilegal di Tangerang, Tangani 31 Pasangan

Isty Maulidya, Okezone · Senin 31 Mei 2021 15:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 31 338 2417985 polisi-tangkap-penjual-obat-aborsi-ilegal-di-tangerang-tangani-31-pasangan-jR1bMGrmhJ.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

TANGERANG - Anggota Polsek Balaraja menangkap seorang pria berinisial S (43) karena menjual obat penggugur kandungan (aborsi) ilegal secara online. Penangkapan tersebut bermula dari adanya pengungkapan kasus aborsi di Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang. 

Kanit Reskrim Polsek Balaraja Ipda Jarot Sudarsono mengatakan, S ditangkap di Jawa Tengah, setelah terbukti menjual obat penggugur kandungan kepada sepasang kekasih.

“Sebelumnya, sepasang kekasih ini melakukan aborsi menggunakan obat tersebut disalah satu rumah wilayah hukum Polsek Balaraja," ujar Jarot, Senin (31/5/2021).

Berdasarkan penangkapan tersebut, polisi juga mendapatkan ratusan pil yang dapat menggugurkan kandungan dari berbagai jenis.

Ratusan obat itu berupa 13 butir pil Opistan, 15 butir pil merek Cytotec (obat penggugur kandungan), 340 butir kapsul lancar haid Tiau Keng Poo, 14 butir pil Mefenamic Acid, 14 butir pil Amoxcillin, 7 butir pil Gastrul, dan berbagai macam alat bantu seks dan obat kuat impor.

Baca juga: Pacar Pelaku Aborsi Jadi Tersangka, Terancam 15 Tahun Penjara

"Kita amankan berbagai macam obat, dan juga alat kontrasepsi impor. Kami juga amankan uang senilai Rp500 ribu yang merupakan hasil penjualan obat penggugur kandungan," ujarnya.

Menurut pengakuan S, dia menjalankan bisnis penjualan obat terlarang tersebut selama kurang lebih 4 tahun. Dia memasarkan obat tersebut melalui online dan pemesanan dilakukan menggunakan aplikasi pesan WhatsApp.

"Kalau menjualnya lewat media sosial, tapi untuk transaksinya, si pembeli diminta menghubungi lewat aplikasi pesan, begitupun pembayaran yang menggunakan sistem transfer. Di mana dia meraup untung kurang lebih Rp500 ribu per bulan," ucap Jarot.

Baca juga: Tarif Aborsi Ilegal di Apartemen Bassura City Rp15 Juta

Selama menjalankan bisnis tersebut, sudah ada 31 orang yang berhasil menggugurkan kandungannya dengan obat yang dijual pelaku dan itu ditunjukkan melalui testimoni.

"Keterangan pelaku, sudah 31 pasangan yang berhasil melakukan tindakan itu menggunakan obat yang dijualnya, tapi hal ini masih kita dalami," ungkapnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 194 UU No 36 tahun 2009 tentang kesehatan dan atau Pasal 340 KUHPidana dan atau Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 55 KUHPidana dengan hukuman diatas 5 tahun penjara.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini