Pemprov DKI Kembali Perpanjang PPKM Mikro hingga 14 Juni 2021

Komaruddin Bagja, Sindonews · Selasa 01 Juni 2021 07:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 01 338 2418306 pemprov-dki-kembali-perpanjang-ppkm-mikro-hingga-14-juni-2021-s6Y6CKorOS.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta kembali memperpanjang masa Penerapan Pembatasaan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro hingga 14 Juni 2021. Kebijakan untuk kembali memperpanjang masa PPKM Mikro ini tertuang dalam Keputusan Gubernur No. 671 Tahun 2021, Surat Gubernur No. 251/-1.772.1, dan Instruksi Gubernur No. 37 Tahun 2021.

Adanya kebijakan tersebut guna terus mendukung pengendalian pandemi sekaligus program vaksinasi.

Baca juga: PPKM Mikro Diberlakukan Hari Ini, Kenali 4 Zonasi Pengendalian Tingkat RT

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dalam dua minggu terakhir terjadi peningkatan kasus aktif. Hal itu disebabkan oleh kembalinya masyarakat berkegiatan pascalibur Idulfitri 1442 Hijriah, di mana per tanggal 31 Mei 2021 kasus aktif di Jakarta sebesar 10.658, bertambah 3.365 dari dua minggu sebelumnya.

“Lonjakan kasus tahun ini sedikit lebih baik daripada tahun kemarin yang mencapai 30 ribuan kasus. Angka ini juga didapatkan dari hasil kerja keras para petugas tracing kita untuk melakukan deteksi dini, terutama mereka yang selesai dari bepergian pada libur lebaran yang lalu,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti, Selasa (1/6/2021).

Baca juga; Catat! PPKM Mikro Diberlakukan Seluruh Provinsi Mulai Besok, Sekolah Boleh Tatap Muka

“Ditambah lagi, kami di Pemprov DKI telah belajar dan lebih siap, terutama untuk melakukan treatment, seperti penyediaan tempat tidur isolasi mandiri yang langsung disiapkan untuk mereka yang terpapar Covid-19,” sambung Widyastuti.

Widyastuti memaparkan, hingga tanggal 31 Mei, pihaknya telah menyiapkan tempat tidur isolasi sebanyak 6.621 dan terisi 2.176 atau sebesar 33%. Sedangkan, untuk ICU, pihaknya juga telah menyediakan tempat tidur ICU sebanyak 1.014 dan telah terpakai 362 atau sebesar 36% dari kapasitas yang disediakan.

“Ini yang berbeda dari tahun lalu, di mana meskipun terjadi lonjakan kasus, bed occupancy rate kita di bawah 50%. Namun, kita tetap waspada untuk lonjakan kasus yang lebih parah,” tuturnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini