Cerita Anies Sulap Pulau Sebira yang Terisolasi, Kini Tak Kalah dengan Jakarta

Fahmi Firdaus , Okezone · Selasa 01 Juni 2021 15:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 01 338 2418510 cerita-anies-sulap-pulau-sebira-yang-terisolasi-kini-tak-kalah-dengan-jakarta-Knus8sEWew.jpg Tangkapan layar media sosial

JAKARTA – Pulau Sebira atau Sabira masuk dalam wilayah administrasi Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Pulau yang mempunyai arti sang penjaga utara dulunya sangat terisolasi. Bahkan, untuk menuju ke pulau yang berjarak 160 km dari daratan Ibu Kota tersebut dibutuhkan waktu 8 jam dengan kapal yang hanya datang seminggu sekali dari daratan Jakarta.

(Baca juga: Mengintip Teknik Infiltrasi Berbahaya Kopaska Melalui Peluncur Torpedo Kapal Selam)

Namun itu cerita dulu, kini pulau tersebut sudah disulap dengan berbagai fasilitas oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sehingga tidak kalah dengan Jakarta.

Di pulau ini, sudah terdapat kapal Chabing Nusantara, yang dioperasikan Dishub sejak Februari 2019. Jika dulunya bisa mencapai 8 jam, kini dengan kapal cepat tersebut hanya butuh waktu 2,5 jam saja.

(Baca juga: Kisah Ajaib Prajurit Kopassus Selamat dari Ledakan Granat di Palagan Timor)

“Tempat ini dulu dari daratan kesini naik kapal 8 jam yang hanya ada seminggu sekali. Betapa terisolasi mereka. Makanya mulai 2019 kita siapkan kapal yang dari daratan Jakarta hanya 2,5 jam sampai,”ujar Anies dilansir dari channel Aboico, Selasa (1/6/2021).

Selain itu, Anies juga membangun berbagai macam fasilitas umum lainnya. Seperti instalasi air bersih dan air layak minum.

“ Sekarang harga barang disana menjadi turun. Biaya hidup mereka murah karena transportasi kita bereskan. Kita bangun fasilitas listrik, air limbah dan air bersih,” ujarnya.

Bahkan Anies mengklaim, pengelolaan air limbah dan air layak minum lebih canggih dari yang ada di Jakarta. “Pengelolaan air limbah lebih bagus dari Jakarta. Karena 100 persen rumah disini pembuangan ke sistem air limbah,” sambungnya.

Selain Pulau Sebira, Pemprov DKI juga telah membangun pusat grosir. Sehingga bagi masyarakat yang ingin berbelanja kebutuhan pokok tidak perlu ke Jakarta.

“Kita juga bangun pusat grosir, warung di Kepulauan Seribu cukup belanja di Pulau Tidung dan tidak harus ke Jakarta. Pasar grosir ini dikelola oleh PD Pasar Jaya,”ujarnya.

“Di semua pulau yang ada penduduknya kita siapkan fasilitas air bersih bahkan ada fasilitas air layak minum dan kita bangun fasilitas kesehatan yaitu puskesmas. Dulu waktu saya datang belum ada, kini mereka bersyukur,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini