Duh! Panti Pijat Buka dan Klub Malam Gelar Live DJ saat PPKM Mikro Jakarta

Mohamad Yan Yusuf, MNC Portal · Rabu 02 Juni 2021 13:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 02 338 2418875 duh-panti-pijat-buka-dan-klub-malam-gelar-live-dj-saat-ppkm-mikro-jakarta-LKREg7cfEB.jpg Ilustrasi/ Ist

JAKARTA – Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di DKI Jakarta diperpanjang selama dua pekan, yakni dari 1 hingga 14 Juni 2021 mendatang. Namun sebelumnya, sejumlah tempat hiburan malam di beberapa lokasi di Ibu Kota diketahui beroperasi secara diam diam.

Berkedok restoran dan bar, mereka beroperasi melebihi jam operasional yang ditentukan selama pandemi Covid-19.

(Baca juga: Menag Gus Yaqut dan DPR Putuskan Nasib Jamaah Haji 2021)

Hal itu terungkap usai penyisiran dilakukan terhadap tempat hiburan malam dilakukan sepekan terakhir. Dalam pantauan itu beberapa tempat diketahui buka tanpa menerapkan prokes.

Umumnya mereka buka secara diam diam, petugas keamanan di depan kemudian menempelkan stiker bulat menutup ponsel kamera pengunjung. Bagi yang membuka di tempat maka petugas keamanan akan mendatangi dan menegurnya.

Seperti di kawasan Mystique Bar dan Lounge yang berada di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara sepekan lalu. Tempat itu diketahui buka diri secara diam diam.

"Bahkan saat puasa lalu ada event DJ-nya," kata Rafli, 34, salah satu pengunjung disana, Selasa (1/6/2021).

(Baca juga: Catat! PPKM Mikro Diberlakukan Seluruh Provinsi Mulai Besok, Sekolah Boleh Tatap Muka)

Kondisi tak jauh berbeda dengan panti pijat Poseidon di kawasan Taman Palm, Cengkareng, Jakarta Barat. Meski sempat diketahui tutupnya nyatanya tempat itu tak pernah berubah menjadi Resto dan Bar bahkan sejak awal pandemi.

Re, 24, seorang terapis mengakui bila tempat itu tak pernah tutup. Bahkan mereka tak pernah sekalipun keluar gedung panti karena tinggal di mes yang berada di lantai empat kawasan itu.

"Paling kemarin aja tiga hari sebelum lebaran kami libur," katanya.

Langgar Prokes

Sementara itu di restoran Holywings di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat pelanggaran prokes sembari meminum alkohol terlihat di kawasan itu.

Meski telah ada larangan prokes kesehatan, nyatanya tempat itu tak pernah menerapkan. Sejumlah pengunjung duduk secara berdekatan meski sofa dan kursi mereka ditempeli lakban tanda menjaga jarak.

Selain itu, aturan adanya live musik dan larangan adanya berdansa nyaris tak berlaku disana. Hingar bingar musik pun membuat sejumlah pengunjung saling berjoged.

Menanggapi itu, Kasie Hiburan Dinas Pariwisata DKI Jakarta, Ivan mengakui ada beberapa tempat yang buka. Hanya saja dirinya mengakui pihaknya kesulitan menindak karena beberapa izin tempat usaha itu berasal dari Kementerian Pariwisata.

Selain itu di Dinas Pariwisata sendiri tak bisa melakukan penindakan lantaran merupakan kewenangan Satpol PP DKI Jakarta. Meski demikian, mpihaknya telah memanggil beberapa pengusaha, salah satunya Holywings Kelapa Gading yang diminta untuk menerapkan prokes. "Jadi silahkan konfirmasi ke Satpol PP," katanya.

Untuk mengawasi adanya tempat yang buka diam diam. Ivan menegaskan pihaknya masih memonitoring sejumlah tempat, dengan menggerakan tiga anak buahnya mereka keliling jakarta menindak langsung pelanggaran. "Tapi dengan jumlah segitu, kami sangat terbatas," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini