PT Transjakarta Bantah Busnya Pakai Ban Vulkanisir

Komaruddin Bagja, Sindonews · Kamis 03 Juni 2021 22:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 03 338 2419816 pt-transjakarta-bantah-busnya-pakai-ban-vulkanisir-jgxX6aP48o.jpg Bus Transjakarta (Foto: Okezone)

JAKARTA – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memastikan tidak menggunakan ban vulkanisir pada setiap armada bus. Hal ini menyusul beredarnya kabar bus Transjakarta menggunakan ban vulkanisir pasca-mengalami kerusakan di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat.

“Transjakarta tidak pernah menggunakan ban vulkanisir pada semua armada baik swakelola maupun milik operator. Kami memastikan Transjakarta memberikan yang terbaik, baik dari sisi pelayanan maupun semua fasilitas yang disediakan,” tegas Direktur Utama PT Transjakarta, Sardjono Jhony Tjitrokusumo di Jakarta, Kamis (3/6/2021).

Baca Juga:  Transjakarta Gunakan Ban Vulkanisir Alami Gangguan, Warganet Pertanyakan Uji Kir

Jhony menambahkan, bus yang mengalami kerusakan tersebut milik swakelola Transjakarta dengan nomor body TJ217 yang beroperasi dengan rute PGC–Harmoni (5C). Saat melakukan pelayanan sekitar pukul 07.30 WIB, namun ketika bus melintas di lampu merah Harmoni dari Juanda arah Harmoni mengalami pecah pada roda depan bagian kanan bus.

“Ini murni pecah ban. Semua ban kita original hanya saja pada armada tersebut ban produksi 2016, sehingga saat pecah terlihat seperti vulkanisir lepas. Harus dipahami, jika ban mengalami pecah, bukan berarti vulkanisir sebab pada ban original pun bisa terjadi,” katanya.

Baca Juga:  Transjakarta Operasikan 100 Bus Listrik, Perum PPD Pamer Buatan Lokal

Terkait kejadian pecah ban ini lanjut Jhony, kondisi ban masih dalam keadaan baik (TWI 5,7 mm). Bahkan, bus terakhir kali dilakukan uji KIR pada 9 Februari 2021 dan lulus untuk melayani seluruh masyarakat.

“Adapun saat ban pecah, pihak kepolisian mengarahkan armada untuk tetap melaju hingga halte Harmoni sehingga kondisi ban mengalami sobek di sekelilingnya. Transjakarta masih melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti,” imbuhnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini