Baru Bebas dari Penjara, Ini Pengakuan Bandar Narkoba Pesta Sabu di Cipanas

Yohannes Tobing, Sindonews · Jum'at 04 Juni 2021 21:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 04 338 2420425 baru-bebas-dari-penjara-ini-pengakuan-bandar-narkoba-pesta-sabu-di-cipanas-581AMGaxEX.jpg Bandar narkoba pesta sabu di Vila Cipanas (foto: MCN Portal/Yohannes)

JAKARTA - Sebanyak 60 orang ditangkap Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara saat pesta narkoba di Villa Kawasan Cipanas, Jawa Barat, Kamis 3 Juni 2021.

Dari puluhan orang yang ditangkap, tiga adalah bandar narkoba yang diantaranya baru beberapa bulan lalu menghirup udara bebas atau keluar dari penjara.

Salah satunya adalah tersangka AR. Dirinya mengaku menyesal ikut dalam acara silahturahmi 'Family Gathering' yang akhirnya membuat dirinya kembali mendekam di jeruji besi.

"Saya baru kemarin bebas, di puncak saya diajak, sekedar silahturahmi atau liburan aja. Saya baru ikut Bang Hasan aja ini kemarin. Saya menyesal karena saya melihat anak-anak, kasihan," Pengakuan AR di depan Kasat Narkoba AKBP Ahsanul.

 Baca juga: Penggerebekan Pesta Sabu di Cipanas, Ini Peran 3 Bandar Narkoba

Dikatakan AR, sebelum menjadi golongan bandar narkoba dirinya merupakan penjual besi namun dalam perjalanannya, usahanya tidak meningkat hingga membuat dirinya memilih cara lain.

"Sebenarnya saya jual besi, saya punya usaha. Karena saya nggak punya duit buat pindah, seharusnya kalau saya sudah pindah saya sudah bersih," tuturnya.

Baca juga:  Ditangkap saat Pesta Sabu di Cipanas, 3 Bandar Punya Jaringan Besar

Semantara itu, pelaku lain HS yang merupakan saudara kandung MS. Mengaku terjun menjadi bandar narkoba karena ketertarikan bisnis hitam dengan keuntungan yang menggiurkan.

"Memang kalau barang itu saya yang bawa. Enggak ditawarin emang sudah bareng-bareng aja gitu. Saya enggak jual. Yang jual anak buah saya," kata HS.

Bahkan HS mengakui jika dibisnis ini dirinya memiliki puluhan anak buah dan membuat dirinya untung hingga ratusan juta selama satu bulan.

"Saya punya anak buah 48 orang. (Keuntungan) Satu bulan Rp100 juta bisa. Saya bebas bulan tiga 2021. Saya memang kasih (uang) mereka-mereka juga," katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Utara AKBP Ahsanul mengatakan dari ketiga bandar narkoba yang diamankan baik HS, AR dan MS memiliki peran masing masing.

"Tersangka HS berperan sebagai penadah. Karena semua barang, yang ada di Kampung (Kampung Bahari) itu, mayoritas dari dia semua," Kata Ahsanul.

Selain itu dikatakan Ahsanul, tersangka AR dalam bisnis hitam ini memiliki bagian yang menggerakkan massa untuk melakukan perlawanan ketika polisi melakukan penangkapan.

"AR ini yang menggerakan atau orang yang memiliki massa. Sementara MS adalah adik kandung HS dan berperan sebagai orang yang mengambil - ambil (barang narkoba)," tuturnya.

Ditambahkan Ahsanul, pelaku HS merupakan pemain lama dalam bisnis narkoba. Bahkan dirinya juga pernah menjadi residivis dengan kasus yang berbeda.

"Kalau menurut pengakuan dia. Yang jelas dia mulai ditahan 2017-2018, berarti sebelum itu sudah (melakukan pengedaran narkoba)," ucap Ahsanul.

"Tahun 2003 dia pernah ditahan karena kasus pencurian kendaraan bermotor (ranmor), setelah dari itu dia baru mulai main (narkoba) berarti 2004," sambungnya.

Atas perbuatannya tersangka dikenakan pasal 114 Subsidair 112 UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan hukuman penjara paling singkat 6 tahun penjara sampai hukuman 20 tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini