Gerebek Omma Restaurant, BNPB: Agar Tidak Terjadi Klaster Covid-19

Riezky Maulana, iNews · Minggu 06 Juni 2021 16:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 06 338 2420977 gerebek-omma-restaurant-bnpb-agar-tidak-terjadi-klaster-covid-19-p6Y2qDiqo0.jpg Tangkapan layar media sosial

BEKASI - Satgas Penanganan Covid-19 BNPB melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap salah satu kafe di Jalan Pekayon, Kota Bekasi, Sabtu (5/6/2021) malam. Mereka mendatangi Omma Restaurant menyusul adanya laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes).

(Baca juga: Viral! Cafe di Bekasi Digerebek BNPB, Gelar Live DJ Tanpa Prokes)

Anggota Satgas Covid-19 BNPB Alghozi Ramadhan menuturkan, pihaknya bergerak cepat terkait laporan dari masyarakat. Menurutnya, laporan masuk pada dua hari sebelum dilakukannya sidak tersebut.

"Dua hari lalu, itu ada laporan bahwa akan terjadi kerumunan yang tidak terkontrol, di cafe ini (Omma), artinya sebelum hari ini ya. ucap Ghozi, Minggu (6/6/2021).

(Baca juga: Sekelompok Orang Ngamuk di Pasar Minggu, Obrak-abrik Warung Pecel Lele dan Bacoki Pembeli)

Dia menerangkan, sidak terhadap kafe ini seharusnya dapat dijadikan pelajaran agar tidak menjadi klaster Covid-19 baru, terutama dari golongan anak muda. Ghazi pun menegaskan sidak tak hanya spesifik menyasar Omma Restaurant saja, melainkan juga di tempat-tempat lain.

"Saya pribadi menindaklanjuti itu agar menjadi contoh yang lain, bukan buat di sini saja. Saya tidak ada atensi apapun, saya tidak di kontrol siapapun, saya disini untuk kemanusiaan, terutama untuk Covid-19," tuturnya.

Ghozi mengaku kecewa saat melakukan sidak di kafe tersebut lantaran kondisi di dalam penerapan prokes teramat lenggang. Di sana, yang bukan satu keluarga duduk satu meja dengan bebas tanpa memperhatikan prokes.

"Saya cukup kecewa, di situ bukan satu keluarga yang kemudian satu meja diisi beberapa orang, itu yang saya kurang terima ataupun di depan ada tes swab, engga ada masalah saya, swab antigen engga masalah. Kalau ini, pertama melanggar peraturan Pemda itu sendiri, Pemda itu jam 23.00 malam sudah tutup peraturannya, dan mereka sudah tau," ujarnya.

Ghozi pun enggan menyalahkan pengelola kafe terkait dengan pelanggaran dugaan prokes tersebut. Akan tetapi, yang lebih disayangkan adalah perilaku masyarakat yang dirasa abai terkait dengan masalah pandemi Covid-19 yang belum terkendali ini.

"Saya tidak menyalahkan kafenya, saya lebih menyalahkan masyarakatnya yang masih mau berkunjung, di atas jam 24.00 malam," jelasnya.

Terkait dengan kabar bahwasanya Omma Restaurant kebal hukum, dia mengaku tak mengetahuinya. Menurut Ghozi, dia hanya bekerja berdasarkan kemanusiaan. "Saya tidak mengetahui itu, saya hanya menjalankan misi kemanusiaan," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini