Diperiksa Polisi, Roy Suryo Dicecar 25 Pertanyaan soal "BuzzeRp"

Ari Sandita Murti, Sindonews · Senin 07 Juni 2021 15:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 07 338 2421383 diperiksa-polisi-roy-suryo-dicecar-25-pertanyaan-soal-buzzerp-55SioQ28sF.jpg Roy Suryo menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya (Foto: Ari Sandita)

JAKARTA - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo diperiksa polisi terkait laporannya pada Youtuber bernama Eko Kuntadhi dan Mazdjo Pray lantaran unggahannya dinilai memfitnah dan berisi pencemaran nama baik. Dalam pemeriksaannya itu, Roy dicecar 25 pertanyaan oleh polisi.

"Hari ini saya dan tiga saksi sudah dimintai keterangan dalam bentuk BAP atas perkara yang melibatkan dua buzzer, saya tak menyebutnya Youtuber ataupun pegiat sosial. Ada 25 pertanyaan tadi kalau saya," ujar Roy di Polda Metro Jaya, Senin (7/6/2021).

Baca Juga:  Polisi Akan Periksa Roy Suryo Terkait Pelaporan "BuzzeRp"

Dia mengklaim, laporannya itu sudah naik ke tingkat penyelidikan dan dalam pemeriksaan kali ini dia juga sudah menyerahkan bukti-bukti ke polisi berupa hasil tangkapan layar atau screen capture yang masih asli atau belum diubah dalam video unggahan di akun Youtube terlapor dan video yang sudah diubah. Selain itu, dia juga menyerahkan transkrip percakapan video tersebut, yang mana berisi penyebutan namanya sebanyak 33 kali, termasuk fitnah tentang penilepan aset Kemenpora dan bukti inkrahnya kasus tersebut.

"Ternyata memang niat tidak baik atau mensrea dari para pelaku buzzer ini sudah kelewat batas karena mereka ternyata membuat ini dan mengirimkan link Youtubenya ke Luck Alamsyah, orang yang saya tuntut juga di beberapa waktu lalu. Jadi, ini sudah sangat sengaja mereka membuat konten dan dikirimkan, mungkin diajak untuk bersindikat menyerang saya," tuturnya.

Baca Juga:  Polisi Periksa Berkas Laporan Roy Suryo Terhadap Dua 'BuzzeRp'

Dia menambahkan, salah satu terlapor sudah menyampaikan padanya kalau konten itu hanyalah bercandaan belaka. Dia menilai candaan keduanya itu tidak pada tempatnya dan perbuatannya itu memang patut diproses secara hukum.

"Kalau mau bercanda silahkan sekalian bercanda dengan para penyidik yang sudah menunggu di dalam, langsung saja datang dan menyampaikan bercanda ke dalam yah, kalau mau buat konten. Hukum harus ditegakan dan dengan tegas saya mengatakan kami tetap lanjutkan perkara ini," katanya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini