Mayoritas Aduan Orangtua Murid Tak Bisa Akses Pendaftaran PPDB

Ari Sandita Murti, Sindonews · Selasa 08 Juni 2021 13:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 08 338 2421873 mayoritas-aduan-orangtua-murid-tak-bisa-akses-pendaftaran-ppdb-dC8c12pt2F.jpg Salah seorang orangtua murid yang melakukan pengaduan di SMA 70 Bulungan (Foto: Ari Sandita)

JAKARTA - Berdasarkan data dari Pos Pelayanan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sudin Pendidikan Wilayah 2 Jaksel aduan dari orangtua murid soal pendaftaran PPDB berkaitan dengan hal teknis, seperti tak bisanya mengakses pendaftaran akun PPDB dan persoalan kependudukan.

"Soal pengajuan akun masih kendala, kalau soal masalah teknis tak bisa, masalah administrasi kependudukan misalnya Dukcapil karena ada salah nama NIK, alamat tak sinkron bisa juga. Kadang KK tak sama dengan ijazah," ujar Kasudin Pendidikan Wilayah 2 Jaksel, Abdul Rachem pada wartawan, Selasa (8/6/2021).

Sementara itu, orangtu murid, Ira (50) mengatakan bahwa dirinya mengadu ke pos pelayanan karena terkendala persoalan nama anaknya yang masih terdaftar di sekolah lamanya.

Ira menambahkan bahwa sebelumnya anaknya telah bersekolah di sekolah swasta, tapi pada tahun ini hendak didaftarkan ulang ke sekolah negeri.

"Sebelumnya kan anak saya itu zonasinya lewat umur, karena masih 15 tahun akhirnya nggak bisa masuk negeri. Dari pada nganggur disekolahkan ke swasta, tapi ternyata sekolahnya malah berantakan, ngambek maunya sekolah di negeri," tuturnya.

Ia pun berencana menyekolahkan anaknya lagi ke sekolah negeri mengingat zonasi kali ini tak berpatokan pada umur. Namun, lanjut dia, persoalan baru muncul lantaran nama anaknya masih terdaftar di sekolah lamanya.

Menurut Ira, pihak sekolah di sekolah lama anaknya sudah menyatakan bahwa identitas anaknya sudah tidak terdaftar lagi.

"Kalau nama masih terdaftar kan tak bisa daftar lagi, makanya diminta coba datang ke sini. Semoga saja bisa diurus," katanya.

Orangtua murid lainnya, Maulana (42) menambahkan bahwa pihaknya juga mengalami kendala dengan persoalan data keluarga yang masih tercatat di tempat lama.

Alhasil, anaknya tak bisa bersekolah di sekolah tempatnya domisili saat ini. "Saya kan baru domisili Februari 2021 kemarin di Cilandak, sebelumnya di Ciganjur. Nah tak bisa daftar di sekolah Cilandak, katanya kan datanya ditarik pertahun, bisanya tahun depan, sehingga paling harus daftar sekarang sesuai zonasi dahulu di Ciganjur, baru setengah semestar nanti bisa pindah ke Cilandak," kata dia.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini