Penyebar Video Syur Gisel Dituntut 1 Tahun Penjara

Ari Sandita Murti, Sindonews · Selasa 08 Juni 2021 14:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 08 338 2421894 penyebar-video-syur-gisel-dituntut-1-tahun-penjara-sV4kgjd0Yy.jpg Gisella Anastasia saat diperiksa polisi (foto: Sindo)

JAKARTA - Pengacara salah satu terdakwa dugaan kasus penyebar video mesum Gisel Anastasia dan Michael Yukinobu Defretes menyebutkan, kedua terdakwa dituntut satu tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Maka itu, pihak terdakwa pun mengajukan nota pembelaan terkait tuntutan tersebut.

"Untuk tuntutan sudah pada sidang sebelumnya, dituntut satu tahun penjara untuk dua terdakwa. Hari ini sidang nota pembelaan (dari terdakwa)," ujar pengacara terdakwa MN, Andreas Nahot Silitonga saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Selasa (8/6/2021).

 Baca juga: Gisel-Gading Diisukan Rujuk, Wijaya Saputra Beri Jawaban Tak Terduga!

Menurutnya, pada dakwaan Jaksa sebelumnya, ada dua alternatif pasal yang dikenakan pada kliennya, MN dan terdakwa PP, yakni tentang undang-undang pornografi dan undang-undang ITE. Adapun Jaksa lantas menuntut kedua terdakwa menggunakan undang-undang ITE.

"Artinya undang-undang pornografi itu tak terbukti sehingga Jaksa menuntut dengan alternatif kedua, undang-undang ITE. Kami setuju kalau undang-undang ITE itu tak terbukti," tuturnya.

Baca juga:  Terkenal Gegara Video Syur Gisel, Michael Yukinobu Pengin Jadi Artis

Sedangkan tentang tuntutan 1 tahun penjara dengan undang-undang ITE yang dikenakan pada kliennya khususnya, kata dia, dia juga sejatinya tak setuju. Sebabnya, unsur pasal penyebaran video porno pada undang-undang ITE tak terpenuhi mengingat bunyi Pasal 27 undang-undang ITE berbunyi setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Dia mengungkapkan, dari situ dapat dilhat kalau kliennya sejatinya tidak melakukan penyebaran video mesum Gisel sebaimana yang dilakukan terdakwa PP. Kliennya hanya bertanya melalui group WhatsApp dan itu pun langsung dihapus oleh kliennya beberapa saat setelah mempertanyakan video mesum itu.

"Terdakwa MN ini dia mempertanyakan sebenarnya, ini sebenarnya istrinya Gading Martin bukan sih, artinya dia juga memiliki hak berdasarkan UUD pasal 28 huruf F mengenai memperoleh informasi berdasarkan konstitusional, kalau menurut kami dia punya hak untuk itu, kecuali kalau misalnya dia itu mengirimkan sambil membully atau sambil apa, kalau ini kan bertanya, dia juga langsung hapus setelah dia kirim, artinya dia sudah melakukan upaya maksimal untuk menghentikan konten tersebut tak tersebar," katanya.

Adapun notel pembelaan yang bakal dibacakan pada persidangan hari Selasa (8/6/2021) ini beragendakan note pembelaan, pihaknya bakal menjelaskan berkaitan hal itu di persidangan. Maka itu, diharapkan majelis hakim bisa memberikan putusannya secara adil dan membebaskan kliennya dari segala tuduhan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini