Polisi Tetapkan Tersangka Investasi Bodong, Kerugian Rp15,6 Miliar

Dimas Choirul, MNC Media · Selasa 08 Juni 2021 15:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 08 338 2421943 polisi-tetapkan-tersangka-investasi-bodong-kerugian-rp15-6-miliar-CNglBvTkLo.jpg Polisi konpers kasus investasi bodong trading forex. (Foto: Dimas Choirul)

JAKARTA - Satuan Reserse Kriminal Khusus (Satres Krimsus) Polres Metro Jakarta Barat menetapkan seorang tersangka kasus dugaan investasi bodong berkedok trading forex. Adapun para korban yang ditipu mengalami kerugian hingga Rp15,6 miliar.

"Kami berhasil tangkap seorang tersangka HS. Di mana yang berangkutan melakukan atau manfaatkan trading forex dengan nama Lucky Star Group," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo saat konferensi pers di kantornya, Selasa (8/6/2021).

Baca juga: Tersangka Kasus Investasi Bodong EDCCash Bertambah 6, Total 12 Orang

Ady menjelaskan, meski perusahaan trading forex Lucky Star Group terdaftar di Kementrian Hukum dan Ham (Kemnkumham), namun dalam prakteknya diduga ada oknum yang melakukan penipuan.

"Sehingga yang bersangkutan menampung dana dari masyarakat yang tidak dilakukan trading sama sekali," ujar Ady.

Baca juga: Investasi Bodong 212 Mart di Kaltim, Ternyata Bukan Koperasi

Ady mengungkapkan, tersangka menggaet para korban dengan strategi promosi yang tidak masuk akal. Di mana, tersangka menawarkan keuntungan profit hingga 4-6 persen dan bonus barang-barang mewah.

"Tersangka bilang perusahaannya berada di Belgia. Tapi itu tidak benar, Lucky Star terdaftar di Indonesia," ungkap Ady.

Berdasarkan hasil penyelidikan, dana-dana yang diambil dari masyarakat sebagai modus penipuan investasi forex ini, tidak masuk ke rekening perusahaan, akan tetapi masuk ke rekening atas nama pribadi tersangka.

"Dari hasil penggeledahan rumah tersangka, kita baru bisa mengidentifikasi 53 orang. Di mana dari bukti-bukti yang kita kumpulkan kerugian yang ditimbulkan Rp15,6 miliar," pungkas Adi.

Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa perlengkapan tersangka untuk bekerja, yakni laptop, handphone, hardisk, buku tabungan dengan tiga nomor rekening berbeda dan dokumen data peserta investasi.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 378 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan atau 372 KUHP tentang Penipuan dan atau penggelapan degan pidana penjara maksimal empat tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini