Gunakan Gas Air Mata, Polisi Bubarkan Massa Ormas yang Bertahan di Mapolres Bekasi

Rahmat Hidayat, iNews · Rabu 09 Juni 2021 05:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 09 338 2422225 gunakan-gas-air-mata-polisi-bubarkan-massa-ormas-yang-bertahan-di-mapolres-bekasi-wR2bu9Xi80.jpg Polisi bubarkan massa yang berkumpul di depan Mapolres Bekasi Kota, Rabu (9/6/2021). (Foto : iNews/Rahmat Hidayat)

BEKASI – Petugas gabungan dari Polres Metro Bekasi Kota dan Polda Metro langsung memukul mundur ratusan anggota ormas Pemuda Batak Bersatu (PBB) yang masih bertahan di depan kantor Mapolres Metro Bekasi Kota pada Rabu (9/6/2021) dini hari tadi.

Petugas gabungan terpaksa menggunakan gas air mata untuk membubarkan kerumunan massa PBB. Beberapa anggota ormas yang diduga menjadi provokator juga langsung diamankan.

Pembubaran anggota ormas PBB ini terpaksa menggunakan tindakan represif karena sulitnya meminta mereka untuk membubarkan diri dan pulang. Terlebih saat ini dalam kondisi pandemi Covid-19, polisi lagi-lagi terpaksa mengeluarkan puluhan tembakan gas air mata ke arah kerumunan masa.

Petugas akhirnya mampu mengurai masa dari Jalan Pramuka, depan Mapolres Metro Bekasi Kota. Bentrok polisi dan ormas PBB ini akibat mereka tetap memaksa untuk dihadirkannya ketua ormas Gempa yang telah melukai beberapa anggota PBB.

Sekjen DPC PBB Kota Bekasi, Riswandi Sianipar mengatakan, 26 orang tersangka dari gempa sudah diamankan. Ketua Gempa juga sudah ditangkap.

Baca Juga : Hari Ini, 226 Sekolah di DKI Jakarta Gelar Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

“Jadi kami mohon untuk kondusif dan balik kanan. Saat ini polisi melakukan penangkapan terhadap pelaku dan melakukan penyidikan terhadap rekan-rekan kita di RS,” katanya di lokasi.

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa dipicu persoalan utang-piutang. Pihak anggota ormas PBB menagih utang kepada seseorang yang mana orang tersebut meminta bantuan perlindungan dari ormas Gempa. Karena tidak ada titik temu dan sempat terjadi bentrok kecil pada Selasa (8/6/2021) sore di wilayah Narogong, Rawa Lumbu, Kota Bekasi.

Akibat bentrok ini terjadi saling lapor antarormas. Keduanya bertemu di depan mapolres bekasi kota hingga akhirnya kembali terjadi bentrok. Hingga peristiwa ini selesai, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.

Baca Juga : Waspada! Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah di Jakarta Sore Hingga Malam Hari

Baik Kasat Reskrim, Wakapolres, dan Kapolres Metro Bekasi Kota yang berada di lokasi enggan memberikan keterangan terkait peristiwa ini. Sejauh ini dua puluh enam anggota ormas Gempa ditangkap pihak kepolisian karena didapati membawa senjata tajam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini