Keterisian Rumah Sakit di Tangerang Meningkat, Warga Diimbau Patuhi Prokes

Isty Maulidya, Okezone · Rabu 09 Juni 2021 14:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 09 338 2422462 keterisian-rumah-sakit-di-tangerang-meningkat-warga-diimbau-taati-prokes-qNBxpbxH2W.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

TANGERANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang mengungkapkan ketersediaan tempat tidur, yang diukur dengan bed occupancy rate (BOR) dan ruang Intensive Care Unit (ICU) di banyak rumah sakit kian meningkat. Diketahui juga, ruang ICU saat ini didominasi oleh kelompok lanjut usia.

“BOR di Kota Tangerang saat ini di angka 52,54 persen. Yakni, angka pemakaian ruang ICU berada di angka 52 persen dan pasien yang dirawat inap 50 persen. Tapi ingat, kita pernah di angka 23 persen. Dominasi ICU adalah masyarakat rentan yakni usia lansia," ujar Liza pada Rabu (9/6/2021).

Baca Juga:  Klaster Kerja Bakti di Kelapa Dua Tangerang Bertambah Jadi 90 Orang

Saat ini, total keseluruhan tempat tidur berjumlah 116 bed ICU dari 32 rumah sakit, dan yang terpakai ada 67 bed. Kemudian, untuk tempat tidur untuk perawatan ada 655 yang tepakai dari 1.244 total keseluruhan. Sebanyak 25 persen di antaranya diisi oleh masyarakat di luar Kota Tangerang.

Sementara itu, untuk jumlah kasus di Rumah Isolasi Terkonsentrasi (RIT) saat ini berjumlah 131 pasien dari 158 kapasitas. Di antaranya, 63 pasien di Puskesmas Jurumudi Baru, 42 pasien Puskesmas Sudimara Pinang dan terbaru 26 Puskesmas Manis Jaya.

"Peningkatan kasus ini didominasi klaster keluarga. Namun, awal mulanya adalah klaster arus mudik pasca-lebaran, klaster silaturahmi, klaster bukber, klaster lingkungan. Penularan itu seperti efek domino yang terus menerus menular," tegasnya.

Ia pun menjelaskan, salah satu kasus terbaru klaster keluarga yang berawal dari arus mudik hingga menjadi klaster lingkungan. Kampung Rawacana, Kelurahan Gandasari, Kacamatan Jatiuwung yang ditemukan 47 orang positif Covid-19 Rapid Antigen.

"Awalnya dari satu keluarga yang pulang mudik, ternyata positif namun tetap beraktivitas bermasyarakat. Di-tracing 48 warga 23 di antaranya positif, hari selanjutnya tracing lagi 179 sasaran 10 di antaranya positif. Hari selanjutnya ditemukan lagi 10 positif. Tracing ini masih berlangsung tiga hari ke depan," ungkapnya.

Baca Juga:  Warga Disabilitas dan Gangguan Jiwa di Tangerang Dapat Giliran Vaksinasi Covid-19

Lanjutnya, dengan BOR yang terus meningkat dan terlebih pada klaster keluarga dan lingkungan, dr Liza mengimbau protokol kesehatan harus diperketat oleh masyarakat. Dalam penanganan Covid-19 tak bisa dilihat kesiapan dari hilirnya saja.

Namun, kepatuhan sejak awal harus dilakukan dari hulu, yaitu kepatuhan 5M pada masyarakat. Di antaranya, memakai masker, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, menjaga jarak, dan membatasi mobilitas.

“Setelah hulunya 5M diperketat, OAB diperkuat, tracing digencarkan di berbagai lini. Hilirnya pada fasilitas, sarana dan prasarana pun dipersiapkan. Dengan begitu, penanganan dan penekanan angka penyebaran Covid-19 di Kota Tangerang bisa lebih maksimal,” pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini