Berkebun Ganja, Tersangka Ngaku untuk Konsumsi Pribadi

Dimas Choirul, MNC Media · Rabu 09 Juni 2021 16:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 09 338 2422546 berkebun-ganja-tersangka-ngaku-untuk-konsumsi-pribadi-4vZwC54JQ3.jpg 200 pot ganja disita dari Brebes Jateng (foto; MNC Portal/Dimas)

JAKARTA - Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat menangkap empat orang tersangka kasus dugaan tanaman ganja rumahan di Brebes, Jawa Tengah. Sebanyak 200 tanaman pot ganja berhasil disita.

Diketahui, kempat tersangka yang ditangkap yakni, TM (39), HF (30), SY (36) dan UH (39). Mereka ditangkap di empat lokasi berbeda.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Ady Wibowo mengatakan, mereka mengaku tidak menjual tanaman ganja itu, tetapi hanya sekedar untuk konsumsi pribadi. Ady menjelaskan UH sebagai pemodal dalam usaha cocok tanam tersebut.

"Uniknya penangkapan ini terhadap tersangka UH, tidak dalam konteks untuk komersil tapi memang digunakan sendiri," beber Ady di kantornya, Selasa (9/6/2021).

Baca juga:  Polisi Tangkap 4 Tersangka Kasus Kebun Ganja di Brebes Jateng

Kemudian, lanjut Ady, tersangka SY berperan sebagai tukang tanam. Di mana yang bersangkutan pernah diberi uang Rp550 ribu. Sementara TM berperan sebagai pengguna dan SY sebagai kurir pengantar.

"Dan apabila berhasil ataupun apa namanya panen satu pot dikasih biaya upah Rp100 ribu, satu pot," terangnya.

Baca juga:  Polres Jakbar Bongkar Kebon Ganja Hidroponik Rumahan di Brebes

Ady memastikan, tanaman ganja tersebut berusia tiga bulan. Di mana pada rentan usia 7-8 bulan baru dapat dipanen.

"Awalnya tadi pernah (ditanam) di wilayah Majalengka tapi dia belum berhasil. Terus pindah ke Brebes dan berhasil tumbuh seperti sekarang ini," terangnya.

Dari penggerebekan di Brebes, Jawa Tengah polisi menyita sebanyak 200 pot tanaman ganja dan ratusan gram ganja dari tangan para tersangka.

Atas perbuatannya para tersangka dijerat pasal 114 Ayat (1) sub Pasal 111 ayat (2) junto Pasal 132 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan pidana penjara maksimal 20 tahun.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini