Kelurahan Sumur Batu Lockdown, Pengurus RW: 40 Warga Sudah Terpapar Covid-19

Jonathan Nalom, MNC Media · Kamis 10 Juni 2021 22:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 10 338 2423337 kelurahan-sumur-batu-lockdown-pengurus-rw-40-warga-sudah-terpapar-covid-19-Ao7W7Q8AEK.jpg Sumur Batu Lockdown (Foto: Jonathan Simanjuntak)

JAKARTA - Sebanyak 3 RT di RW 03, Jalan Intan Baiduri, Kelurahan Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, menerapkan lockdown di wilayahnya setelah banyak warga yang terpapar Covid-19.

Pembatasan aktivitas itu sudah dilakukan selama 3 hari semenjak 8 Juni 2021. Sementara itu, pengurus Rukun Warga (RW) mencatat sudah sebanyak 40 warga telah terpapar virus corona.

"Jadi lockdown sudah berlangsung 3 hari, kan dimulainya tanggal 8 kemarin, sampai sekarang mungkin sudah sekitar 40 warga terkonfirmasi positif covid-19." kata Sekretaris RW 03, Sangad ketika dihubungi MNC Portal Indonesia, Kamis (10/06/2021).

Baca juga: Satgas: 10.063 Warga Kudus Terpapar Covid-19 dengan Angka Kematian 808 Kasus

Ia pun menceritakan kronologi terjadinya lockdown di wilayahnya. Saat itu, lanjutnya, terdapat satu orang warganya ditemukan positif Covid-19.

Kemudian, pihak Puskesmas melakukan tracing massal kepada warga di lokasi tersebut. "Ketika satu orang ditemukan positif kemudian kami langsung komunikasikan ke Puskesmas Sumur Batu, dari situ dilakukan tes massal ke warga kita." ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa Keluruhan Sumur Batu dapat disebut klaster keluarga. Selain itu, menurut dia, tidak ada warga yang mudik di Hari Raya Idul Fitri 2021.

"Jadi temuan kami yang terpapar itu awalnya dari yang pergi ke kantor, nah di rumah menularkan ke keluarganya, jadi bukan karena mudik," lanjutnya.

Baca juga: Perkuat Tracking, BIN Gelar Tes Swab Antigen di SMA Al Azhar Pejaten

Sangad mengaku pihaknya sudah mendapatkan bantuan logistik sejak menerapkan lockdown. Adapun bantuan ini berupa sembako yang diterima dari Polsek Kemayoran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

"Paginya saat dilockdown Kapolsek memberikan bantuan berupa sembako, sorenya dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jakarta, sembako pada umumnya berupa beras dan lain-lain." tuturnya

Sampai saat ini Sangad selaku pengurus RW belum bisa memastikan sampai kapan penerapan pembatasan di wilayahnya. Ia mengatakan, keputusan itu bergantung pada tren kasus positif yang dianggapnya menurun.

"Amanat Kapolsek Kemayoran untuk lockdown itu sifatnya tentative ya, artinya kita lihat kondisi di lingkungan RT 01, RT 02 dan RT 08, apabila sudah mereda, maka akan dibuka," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini