26 Warga Reaktif Covid-19 Gegara Abai Prokes saat Arisan & Kondangan

Rahmat Hidayat, iNews · Kamis 10 Juni 2021 22:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 10 338 2423344 26-warga-reaktif-covid-19-gegara-abai-prokes-saat-arisan-kondangan-1IFWLflvBQ.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

BEKASI - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di perumahan terus bermunculan. Kali ini terjadi di Perumahan Taman Harapan Baru, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Bekasi.

Aktivitas warga pun di0locjdown lokal pasca ditemukannya 26 warga yang dinyatakan reaktif usai mengikuti arisan di salah satu rumah makan yang ada di Kabupaten Bekasi dan kondangan di wilayah Jakarta Timur. Di mana 19 di antaranya terkonfirmasi positif corona dan menjalani isolasi mandiri.

Sedangkan 7 warga yang positif kini menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Kota Bekasi dan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat.

Petugas dari Satgas Covid-19 langsung turun ke rumah-rumah warga untuk melakukan tracing dan treatment. Salah satu keluarga yang menjalani isolasi termasuk anak-anak, menangis histeris saat dilakukan tes swab pcr.

Klaster di Perumahan Taman Harapan Baru ini muncul akibat para warga seolah abai prokes usai mengikuti acara arisan di rumah makan di wilayah Kabupaten Bekasi dan kondangan di wilayah Kayu Putih, Jakarta Timur.

Sebanyak 26 warga dinyatakan reaktif dan 19 di antaranya terkonfirmasi positif Covid-19. Munculnya klaster arisan di perumahan ini dibenarkan oleh pengurus rukun tetangga setempat. untuk antisipasi akitivitas warga perumahan di-lockdown selama dua pekan.

"Benar, ada 26 warga yang reaktif corona," ujar Bendahara RT 02 Perumahan Harapan Baru, Yudan, Kamis (10/6/2021).

Baca Juga : Kelurahan Sumur Batu Lockdown, Pengurus RW: 40 Warga Sudah Terpapar Covid-19

Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Aloysius Supriyadi mengatakan, usai mendapatkan laporan unsur tiga pilar langsung turun ke lokasi. Kemunculan klaster ini akibat mengikuti arisan dan kondangan.

"Petugas datang guna memberikan bantuan sembako bagi warga yang tengah menjalani isolasi mandiri di rumah," ujar Aloysius.

Segala aktivitas warga langsung dibatasi, di antaranya adalah proses pengiriman barang atau paket. Seluruh paket akan dikumpulkan di pos keamanan dan pihak warga akan mengambil paketnya secara mandiri.

Hngga kini, petugas akan terus melakukan tes swab PCR ke rumah-rumah warga agar deteksi dini dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini