DKI Jakarta Simpan 6 Situs Purbakala Prasejarah, di Mana Saja?

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 11 Juni 2021 06:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 10 338 2423349 dki-jakarta-simpan-6-situs-purbakala-prasejarah-di-mana-saja-MRZQFJKLs2.jpg Ilustrasi (Foto: Istimewa)

JAKARTA - DKI Jakarta, ternyata terdapat tempat-tempat hunian prasejarah. Hal ini dapat diketahui dari temuan-temuan yang diperoleh dalam berbagai penggalian ilmiah di beberapa situs di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Hasan Djafar (1987) menyatakan bahwa sekurang-kurangnya ada enam buah situs kepurbakalaan prasejarah yang telah dapat dinyatakan sebagai bekas tempat hunian manusia prasejarah. Demikian dilansir dari buku Sejarah Kota Jakarta 1950-1980, yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Situs-situs itu adalah: Pejaten, Kampungkramat, dan Condet-Balekambang yang ketiganya terletak di daerah aliran sungai Ciliwung, Bukit Sangkuriang, dan Kelapadua yang keduanya terletak di sebelah selatan perbatasan wilayah DKI Jakarta dengan Kabupaten Bogor; dan situs Buni yang terletak di sebelah timur perbatasan wilayah DKI Jakarta dengan Kabupaten Bekasi, di daerah pantai utara dan terletak antara Kali Bekasi dan Kali Cilamaya.

Baca juga: Jangan Main-main, Tim Pemburu Covid-19 Diterjunkan Intai Para Pelanggar Prokes di Jakarta

Besar kemungkinan deretan nama-nama tempat hunian prasejarah itu masih dapat diperpanjang, mengingat bahwa di antara 68 situs prasejarah yang telah dikenali baru 27 yang telah digali secara ilmiah.

H Th Verstappen dalam telaah geomorfologisnya mengenai pembentukan garis pantai pada Teluk Jakarta, telah memberikan taksiran bahwa dataran "kipas aluvial" yang meliputi wilayah Jabotabek (Jakarta-Bogor-Tangerang-Bekasi) terbentuk sekitar 5000 tahun yang lalu.

Berdasarkan analisis "Carbon14" atas temuan tulang dari situs Pejaten dapat ditetapkan umur relatif dari temuan situs tersebut, yaitu sekitar antara tahun 1000 Sebelum Masehi dan 500 Masehi.

Jenis-jenis temuan di situs ini memberikan petunjuk mengenai tahap perkembangan kebudayaan masyarakat pendukungnya. Dari penemuan alat-alat besi, benda-benda perunggu, serta fragmen cetakan terbuat dari tembikar untuk mencetak benda-benda logam, dapat ditetapkan bahwa situs tersebut menunjukkan tahap kebudayaan perundagian.

Baca juga: Menyedihkan, di Atas Situs Kerangka Manusia Prasejarah Dibangun Puskesmas

lndikasi tahap kebudayaan perundagian terdapat pula pada situs-situs yang lain, yaitu Condet-Balekambang dan Buni. Situs Kampungkramat memberikan pula petunjuk ke tahap perundagian, namun sebagian besar temuannya juga menunjukkan budaya tahap sebelumnya, yaitu tahap kebudayaan bercocok tanam.

Situs Bukit Sangkuriang dan situs Kelapadua, yang terletak paling selatan di antara keenam situs yang dibicarakan ini, justru menunjukkan kebudayaan dari tahap bercocok tanam saja. Ini semua menunjukkan bahwa wilayah Jakarta telah dihuni sekurang-kurangnya sejak masa bercocok tanam, yang diperkirakan berlangsung antara sekitar tahun 3000 dan 1000 Sebelum Masehi.

Jika di atas telah dikatakan bahwa dataran kipas aluvial atau kini wilayah Jabotabek itu terbentuk 5000 tahun yang lalu, jadi sekitar tahun 3000 Sebelum Masehi, sedangkan budaya bercocok tanam yang diperlihatkan oleh beberapa situs di wilayah tersebut diperkirakan berawal sekitar tahun 3000 Sebelum Masehi pula, maka terlihatlah kemungkinan dalam hal ini bahwa dataran aluvial Jabotabek itu telah dihuni manusia tak lama setelah terbentuknya. Tarikan utama manusia menempati wilayah ini mungkin sekali adalah kesuburan dan kelimpahan alamnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini