Jelang Pertemuan Bima Arya dan Pendukun Habib Rizieq, Penjagaan Balai Kota dan Gedung DPRD Kota Bogor Diperketat

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 11 Juni 2021 13:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 11 338 2423582 jelang-pertemuan-bima-arya-dan-pendukun-habib-rizieq-penjagaan-balai-kota-dan-gedung-dprd-kota-bogor-diperketat-U6mNbnQewF.jpg Balai Kota Bogor.(Foto:Dok Okezone)

BOGOR - Penjagaan di Balai Kota dan Gedung DPRD Kota Bogor jelang pertemuan antara pendukung Habib Rizieq Shihab (HRS) dengan Wali Kota Bogor Bima Arya diperketat. Sebanyak 480 personel gabungan TNI-Polri dikerahkan untuk berjaga di dua lokasi tersebut.

"Estimasi massa 1.500 orang (pendukung HRS yang akan datang). Pertebalan di Balai Kota Bogor dan gedung DPRD dikerahkan 840 personel gabungan," ujar Kabag Ops Polresta Bogor Kota, Kompol Prasetyo, Jumat (11/6/2021).

Akses pada pintu masuk di Balai Kota Bogor diperketat. Seluruh pintu masuk, baik dari pintu eks DPRD di bagian belakang Balai Kota, dan pintu utama Balai Kota Bogor dijaga ketat oleh petugas Satpol PP Kota Bogor.

Tak hanya di Balai Kota Bogor, hal serupa juga terjadi di Gedung DPRD Kota Bogor. Petugas melakukan pemeriksaan kepada siapapun pengunjung yang masuk ke lingkungan dua kantor pemerintah itu. Bahkan tak jarang, mereka yang tidak berkepentingan diarahkan petugas untuk memutar balik.

Baca Juga: Bima Arya Temui Massa Habib Rizieq Usai Sholat Jumat, Bahas Apa?

Prasetyo melanjutkan, hari ini akan ada agenda mediasi antara pendukung HRS dengan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. "Akses dibatasi, handphone tidak boleh aktif dalam ruangan," tuturnya.

Sebelumnya, pendukung Habib Rizieq sempat melakukan aksi unjuk rasa pembebasan Habib Rizieq di Balai Kota Bogor pada Rabu (9/6). Seusai berunjuk rasa, mereka berencana membuka sesi dialog atau pertemuan dengan Bima Arya pada Jumat (11/6/2021).

Hal itu diketahui ketika salah seorang perwakilan aksi, Habib Mahdi Assegaf menelepon seseorang yang diduga Bima Arya di depan para massa aksi. "Habis shalat Jumat, pukul 13.00 WIB untuk berdialog," katanya.

(saz)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini