Klaster Hajatan Muncul di Cikarang Timur, 10 Warga Positif Covid-19

Abdullah M Surjaya, Koran SI · Jum'at 11 Juni 2021 13:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 11 338 2423592 klaster-hajatan-muncul-di-cikarang-timur-10-warga-positif-covid-19-Ujohl0KLeD.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

BEKASI - Kasus Covid-19 dari klaster hajatan atau resepsi pernikahan kembali ditemukan di wilayah Kabupaten Bekasi. Sebanyak 10 warga Kampung Telar RT 02 RW 05, Desa Karangsari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, dinyatakan positif Covid-19.

Kepala Puskesmas Lemah Abang, Erni Herdiyani menjelaskan, kasus itu pertama kali terungkap setelah ada satu warga mengalami sakit pasca tiga hari menghadiri resepsi pernikahan kerabatnya wilayah Desa Karangbahagia, Kecamatan Cikarang Utara. Kondisinya sakit panas dingin serta batuk. Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit, dinyatakan positif Covid-19.

"Iya awalnya kami temukan satu warga dinyatakan positif setelah menghadiri pesta pernikahan kerabatnya di wilayah desa lain. Dari situ kami langsung melakukan tracing dan testing," katanya.

Baca juga:  Klaster Pariwisata di Purwakarta, Satu Kampung Lockdown dan Warga Tes PCR

Dari hasil penelusuran, puluhan warga yang kontak erat langsung dites swab antigen, hasilnya sembilan warga reaktif Covid-19. Dari sembilan reaktif itu dua warga langsung dilarikan ke rumah sakit karena mengalami gejala meriang dan batuk. Sedangkan 8 orang lainnya, dirujuk tenpat isolasi terpusat di Hotel Ibis.

"Karena dua orang memiliki gejala langsung dibawa ke rumah sakit, delapan orang dievakuasi ke hotel di Cikarang Selatan," ungkapnya.

Baca juga:  Tingkat Keterisian di Tower 5 Wisma Atlet Capai 89%

Saat ini, Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi masih terus melakukan penelusuran dan mentracing warga masyarakat di lokasi tersebut.

Kapolsek Cikarang Timur, Kompol Josmen Sitorus, menambahkan guna memutus mata rantai penyebarannya, selain melakukan tracing petugas juga menutup akses keluar masuk dan mobilitas warga di sekitar tersebut. Seluruh aktivitas masyarakat akan diawasi secara ketat, termasuk mobilitas warga di lingkungan tersebut.

"Kami juga terus meningatkan penerapan protokol kesehatan 5M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas," ungkapnya. Untuk itu, warga setempat diminta untuk membatasi kegiatan agar wilayahnya tidak lagi zona merah.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini