Paksa Sopir Beli Air Minum, Enam Preman di Marunda Digaruk Polisi

Abdullah M Surjaya, Koran SI · Sabtu 12 Juni 2021 16:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 12 338 2424161 paksa-sopir-beli-air-minum-enam-preman-di-marunda-digaruk-polisi-vWhPV9GJvB.jpg Preman Marunda ditangkap polisi (Foto: Abdullah)

BEKASIPolres Metro Bekasi mengamankan preman yang kerap memalak kepada sejumlah pengemudi truk kontainer yang akan memasuki Kawasan Marunda Center, di Jalan Marunda Makmur, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jumat 11 Juni 2021. Alhasil, enam preman langsung diamankan petugas.

Adapun preman yang diamankan itu di ataranya adalah tersangka UF, AAS, JP, RK, SB, FN yang merupakan warga sekitar Kampung Turi Jaya. Pelaku diketahui memalak sejumlah uang dengan memaksa membeli air minum dengan harga tak wajar kepada sopir kontainer.

”Selain mengamankan enam preman, kami juga mengamankan uang tunai Rp 39.500 berikur air mineral 2 kardus dari tangan mereka,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Andi Odang, Sabtu (12/6/2021).

Selain menindaklanjuti perintah Presiden Jokowi melalui Kapolri untuk mengungkap kasus dugaan pungli, Unit Jatanras yang mendapatkan informasi langsung bergegas ke lokasi dan mengamankan 6 oknum yang di duga menjadi preman untuk memunguti sejumlah uang dari pengemudi truk kontainer yang memasuki daerah wilayah Kawasan industri tersebut.

Baca juga: 49 Preman Digaruk Polisi, Iwan Fals: Jokowi Omongannya Ampuh!

Andi menjelaskan, modus operandi yang dilakukan oleh pelaku dengan menjual air minum secara memaksa kepada sejumlah supir truk yang melintas dengan harga Rp7 ribu. Namun, apabila pengemudi truk tidak membeli membeli, maka diwajibkan untuk membayar uang sebesar Rp3 ribu dengan dalih uang preman.

Bahkan, mereka melakukan kegiatan tersebut dibagai menjadi beberapa shift dengan jam operasi per 3 jam dengan ganti orang.

”Hasil pemeriksaan sementara, diduga keras adanya pengendali atau aktor utama yang menggerakan pelaku tersebut, untuk itu petugas dilapangan masih menelusuri dan mencari kawanan preman lainya yang terlibat,” tegasnya.

Baca juga: Pemberantasan Premanisme, Kompolnas: Bukan hanya Tugas Polisi, Pemda dan Pihak Lain Harus Terlibat

Saat ini, petugas masih melakukan pendalaman terhadap aktor utama yang memerintahkan preman kampung itu. Diharapkan masyarakat yang mengetahui praktek pungutan liar seperti itu untuk tetap melaporkan kepada Call Center Polres Metro Bekasi guna membantu memutus rantai pungutan liar yang sangat meresahkan pengemudi truk khususnya dan meresahkan masyarakat Bekasi.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini