Kasus Covid-19 Meroket, Anies: Ibu Kota Butuh Perhatian Ekstra

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Senin 14 Juni 2021 05:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 14 338 2424600 kasus-covid-19-meroket-anies-ibu-kota-butuh-perhatian-ekstra-kQDnhaRZCI.jpg Gubernur DKI Anies Baswedan (Foto: Refi Sandi)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyatakan kasus Covid-19 melonjak 50 persen dalam sepekan. Ia pun menyerukan bahwa Ibu Kota membutuhkan perhatian ekstra.

"Ibu Kota saat ini memerlukan perhatian ekstra. Bila makin tak terkendali, kita akan masuk fase genting, dan jika sampai terjadi maka kita harus ambil langkah drastis seperti bulan September tahun lalu dan Februari lalu. Kita tentu tidak mau itu berulang," ucap Anies saat apel di Lapangan Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Minggu (13/6/2021) malam.

Baca Juga:  Jakarta Hadapi Varian Baru Covid-19, Anies: Uji Coba Sekolah Jalan Terus

Anies pun menegaskan untuk mencegah agar tidak berulang pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Maka itu, ia mengajak semua harus kerja sama, warga, pemerintah, penegak hukum.

"Masyarakat jalankan 3M, pemerintah jalankan 3T dan vaksinasi," tegasnya.

Kemudian, Anies mengimbau agar seluruh masyarakat mentaati protokol kesehatan (Prokes). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dan aparat penegak hukum terus berupaya mendisiplinkan dan serta lakukan penindakan, penegakkan aturan Prokes PPKM di seluruh wilayah DKI Jakarta.

"Mari jalankan ini sebaik-baiknya, jalankan sepenuh hati. Perjuangan lawan Covid-19 adalah pertempuran panjang. Kita tidak boleh lelah, karena virusnya tidak pernah lelah," ajak Anies.

Baca Juga:  Pimpin Apel Pendisiplinan PPKM, Anies: Ini Babak Baru Penanganan Covid-19

Sebagai diketahui, lonjakan kasus Covid-19 di Ibu Kota tercatat pada 6 Juni 2021 sebanyak 11.500, sedangkan pada 13 Juni 2021 sebanyak 17.400. Dalam kurun waktu sepekan terjadi lonjakan sebesar 50 persen.

Selain itu, angka positivity rate di Jakarta pun terjadi peningkatan. Pekan lalu tercatat 9 persen, sedangkan pada 13 Juni 2021 tercatat 17 persen atau 2.700 kasus baru.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini