Tukang Bangunan Curi Isi Apartemen Mewah di Setiabudi, Kerugian Rp250 Juta

Ari Sandita Murti, Sindonews · Selasa 15 Juni 2021 06:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 15 338 2425203 tukang-bangunan-curi-isi-apartemen-mewah-di-setiabudi-kerugian-rp250-juta-OcHT9bRptf.jpg Foto: Ari Sandita

JAKARTA - Polisi menangkap dua orang pelaku pencurian barang berharga di apartemen mewah kawasan Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan. Keduanya berinisial BY (26) dan  FQ (30). Pelaku mencuri barang dari Maret hingga Mei 2021, dengan total kerugian Rp250 juta. 

Kapolsek Setiabudi, Kompol Rinaldo Aser mengatakan, aksi perampokan itu dilakukan oleh dua pelaku selama 3 bulan lamanya. Kedua pelaku merupakan tukang bangunan yang tengah merenovasi salah satu unit di apartemen tersebut.

Baca juga: Pasutri Ini Kompak Bobol Toko Bangunan, Hasilnya untuk Foya-Foya

"Pelaku melakukan pencurian di sebuah unit apartemen di kawasan Setiabudi. Melihat unit apartemen di sebelahnya dalam kondisi kosong, mereka melakukan pencurian dengan masuk ke unit apartemen tersebut dan secara bertahap melakukan pencurian," ujarnya pada wartawan, Senin (14/6/2021).

Menurutnya, sejumlah barang yang dicuri pelaku berupa televisi, kulkas, AC, lemari, sofa, lampu hias, kasur, mesin cuci, dan barang berharga lainnya. Pelaku yang bekerja sebagai tukang bangunan memiliki akses di apartemen mewah itu.

Baca juga: Polisi Tangkap Preman yang Rusak Jalur Ekspor-Impor dan Obyek Vital di Jakut

"Karena mereka ini bekerja sebagai tukang renovasi di salah satu unit, akses inilah yang mereka pakai untuk keluar masuk apartemen tersebut," tuturnya.

Dia menerangkan, pemilik apartemen baru tahu jika barang-barangnya dicuri setelah menerima email pemberitahuan. Dalam surat elektronik itu disebutkan telah terjadi perubahan nama akun dalam website penghuni apartemen. 

Saat mengecek, korban kaget lantaran apartemennya berantakan dan barang berharga miliknya raib. Polisi akhirnya meringkus kedua pelaku di kawasan Kembangan, Jakarta Barat.

"Keduanya dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. Untuk kerugian korban mencapai Rp250 juta," ucap Rinaldo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini