Pria yang Ngaku Anggota Mabes Polri Ternyata Ini Pekerjaannya

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Rabu 16 Juni 2021 14:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 16 338 2426122 pria-yang-ngaku-anggota-mabes-polri-ternyata-ini-pekerjaannya-kLZqXQko28.jpg Tangkapan layar media sosial

JAKARTA  - Video seorang pengendara mobil berinisial AHH ditangkap polisi karena menggunakan pelat palsu dan menunjukkan kartu tanda anggota (KTA) palsu viral di media sosial.

(Baca juga: Preman Paling Menakutkan Ini Insyaf dan Jadi Perwira Kopassus)

Polisi gadungan tersebut menggunakan pelat itu pada mobil Daihatsu Xenia B 2355 TKI berwarna putih. Mobil diamankan petugas ke Polda Metro Jaya pada Selasa (15/6) pukul 11.00 WIB.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan bahwa KTA diperoleh AHH dengan membeli dari seseorang yang saat ini sedang dilakukan pencarian.

(Baca juga: Viral! Pria Tertangkap Basah saat Curi Motor di Kalideres)

"KTAnya pun pengakuannya KTA dan Id card yang digunakan atas nama dia ini dibeli dari seseorang dengan harga Rp 2 juta," ungkap Yusri saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Rabu (16/6/2021).

Kemudian Yusri menyebut AHH bukanlah anggota Polri. Melainkan hanya karyawan swasta. "Hasil pendalaman awal AHH seorang pekerja swasta bukan sebagai anggota Polri," ucapnya.

Hingga saat ini AHH masih dalam proses pemeriksaan oleh Unit Resmob Polda Metro. Sementara AHH di sangkakan Pasal 263 KUHP atas KTA dan Id Card Polri palsu tersebut.

Sebelumnya, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo menyebut kendaraan roda empat tersebut melintas di Tol Kuningan arah Semanggi, Jakarta dan melaju pada lajur tiga.

"Karena dicurigai menggunakan pelat nopol palsu, lalu kita berhentikan," ujar Sambodo kepada wartawan, Rabu (16/6/2021).

Berdasarkan unggah video singkat laman Instagram @forumwartawanpolri pengendara saat diberhentikan petugas langsung mengeluarkan kartu tanda anggota (KTA) Polri. Selain itu, ia mengaku anggota polisi yang berdinas di Biro Paminal Divisi Propam Mabes Polri.

"Karena ada kejanggalan saat diperiksa, untuk memastikan kebenaran yang patut diduga menggunakan identitas palsu. Maka kami arahkan ke Polda Metro untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini