Tiba di PN Jaktim, Habib Rizieq Bawa 70 Halaman Duplik Tanggapi Replik Jaksa

Riezky Maulana, iNews · Kamis 17 Juni 2021 09:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 17 338 2426509 tiba-di-pn-jaktim-habib-rizieq-bawa-70-halaman-duplik-tanggapi-replik-jaksa-bIv8wn5Aj8.jpg Mobil tahanan yang membawa Habib Rizieq dan terdakwa lainnya. (Foto: Riezky Maulana)

JAKARTA - Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur kembali menggelar sidang lanjutan kasus tes Swab RS UMMI dengan terdakwa Habib Rizieq Shihabn (HRS), Hanif Alatas dan dr Andi Tatat, Kamis (17/6/2021). 

Sidang kali ini digelar pada pukul 09.00 WIB dengan agenda pembacaan duplik para terdakwa dan kuasa hukum atas replik yang disampaikan jaksa penuntut umum (JPU).

Pantauan MNC Portal, Habib Rizieq dan yang lainnya tiba di PN Jakarta Timur sekira pukul 08.50 WIB. Pengawalan ketat masih mengiringi mobil tahanan Habib Rizieq hingga masuk ke PN Jaktim.

Baca juga: Sidang Pembacaan Duplik Habib Rizieq Dimulai Pukul 09.00 WIB Hari Ini

Lalu lintas disekitar PN Jaktim pun tampak lengang, tidak ada kemacetan. Namun, pihak kepolisian masih berjaga-jaga di sekitar dan di dalam PN Jaktim.

Kuasa Hukum Habib Rizieq menyebut bahwa pihaknya telah siap menghadapi sidang duplik hari ini. Bahkan kata Azis, Habib Rizieq telah menyiapkan tanggapan atas replik sebanyak 70 halaman.

"Dari Habib Rizieq sama Habib Hanif dan Andi Tatat sudah membuat duplik sendiri, kita juga sudah buat dari kita ada yang 10-18, kalau Habib Rizieq 70 (halaman), Hanif 30 halaman. Kita santai aja karena ini tanggapan dari replik," ujar Azis di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (17/6/2021).

Baca juga: Fakta-Fakta Replik JPU di Sidang Habib Rizieq Kasus RS UMMI: Isinya Curhatan!

Nantinya dalam 70 halaman itu, kata Azis, Habib Rizieq dan Hanif serta Andi Tatat bakal menyuarakan argumennya dan membantah seluruh tanggapan dalam replik JPU.

"Subtansinya sudah kemarin waktu di pleidoi, jadi kita penguatan sama membantah yang memang jaksa argumenkan di replik kemarin," ungkapnya. 

Pada sidang sebelumnya, JPU telah menolak semua pleidoi para terdakwa dan meminta Majelis Hakim untuk menjatuhi hukuman sebagaimana tuntutan yang telah dibacakan JPU. 

JPU menuntut terdakwa Habib Rizieq Syihab dijatuhi hukuman 6 tahun penjara. Kemudian terdakwa Hanif Alatas dan Andi Tatat keduanya dituntut 2 tahun penjara.

Sebelumnya dalam sidang pembacaan replik, JPU menuding semua ucapan terdakwa Habib Rizieq yang mengklaim bertemu sejumlah tokoh tatkala dirinya berada di Arab Saudi tak ada hubungannya dengan kasus yang menjeratnya dan itu dianggap untuk mencari panggung. 

Hal itu disampaikan jaksa dalam replik atas pleidoi atau nota pembelaan dari Rizieq kasus hasil tes swab RS Ummi, yang menyatakan pernah bertemu Tito Karnavian yang kala itu masih menjabat sebagai Kapolri hingga Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan. Bahkan sampai pernah mengaku dihubungi Wiranto yang saat itu masih menjabat sebagai Menko Polhukam.

JPU menganggap para terdakwa terbukti terlibat dalam menyiarkan berita bohong atas kondisi kesehatan maupun hasil tes swab Covid-19 Habib Rizieq di Rumah Sakit Ummi, Kota Bogor.

Sehingga atas perbuatan tersebut dianggap telah membuat keonaran. Sesuai Pasal 14 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana terkait penyebaran berita bohong.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini