Curhatan Pensiunan Karyawan TMII yang Sebulan Belum Terima Uang Pensiun

Komaruddin Bagja, Sindonews · Jum'at 18 Juni 2021 01:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 17 338 2426981 curhatan-pensiunan-karyawan-tmii-yang-sebulan-belum-terima-uang-pensiun-FKpNkaN3sT.jpg Mantan karyawan TMII curhat tentang pensiun.(Foto:SINDOnews)

JAKARTA  - Mantan karyawan TMII yang baru saja dipensiunkan pada Mei 2021 kemarin, Nunuk Suyono merasa galau. Lantaran sudah 1 bulan semenjak dipensiunkan uang purna atau uang pensiun yang merupakan hak Nunuk dan 8 karyawan TMII belum juga dibayar.

Padahal, ia telah mengabdi selama 36 tahun di wahan edukasi dan rekreasi itu.

"Saya sudah satu bulan lebih dibikin galau, semenjak dikabarkan masuk masa purna yang hanya lewat sambungan telepon, saya kan punya anak istri yang perlu dinafkahi, sedangkan saya sudah tidak terima gaji, gimana dapur bisa ngebul kalau begini, sedangkan yang sebelumnya saya dapat kabar cepat banget dapet haknya, dimana letak keadilan buat saya kalau begini,” ujar Nunuk mewakili 8 karyawan lainnya, Kamis (17/6/2021).

Nunuk juga menambahkan bahwa sebelum pandemi dan masa transisi pengelolaan TMII seluruh hak karyawan yang telah pensiun tidak ada masalah, bahkan hak yang biasanya 32 kali gaji diberikan penuh, walaupun di masa pandemi diberikan secara bertahap yaitu dua kali pembayaran.

Baca Juga: 4 Wahana TMII Paling Seru Dikunjungi saat Akhir Pekan

Sementara itu Kabag Humas TMII, Adi Widodo membenarkan kejadian tersebut.

"Benar memang ada beberapa karyawan yang belum menerima pesangon sejak TMII di pegang tim transisi. Empat orang pensiun di bulan April dan 5 orang di bulan Mei," kata Adi saat dikonfirmasi MNC Portal, Kamis (17/6/2021).

Menurutnya, upaya mempertanyakan sudah dilakukan, baik oleh yang bersangkutan maupun manajemen TMII ke pihak terkait (pokja transisi). "Namun sampai hari ini belum ada jawaban dan masih menjadi bahasan," tambahnya.

Ia pun mengaku akan terus berupaya agar para Mantan karyawan itu mendapatkan haknya.

"Kalau upaya terus dilakukan, karena itu memang hak karyawan dan kewajiban TMII membayar. Untuk kepastian memang tidak bisa karena semua menunggu dari pokja transisi (setneg)," tutupnya.

(saz)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini