Siapkan 5 Tower, Rusun Nagrak Jadi Alternatif Ketiga Lokasi Isolasi Pasien Corona

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Jum'at 18 Juni 2021 17:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 18 338 2427390 siapkan-5-tower-rusun-nagrak-jadi-alternatif-ketiga-lokasi-isolasi-pasien-corona-gJLn9nYgZZ.jpg Rusun Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara (Foto: Refi Sandi)

JAKARTA - Kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta semakin melonjak. Untuk mengantisipasi, Rumah Susun (Rusun) Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara menyiapkan 5 Tower untuk pasien orang tanpa gejala (OTG).

Komandan Lapangan sekaligus Humas Rumah Sakit Darurat Covid (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Letkol Laut M. Arifin menyebut Rusun Nagrak sebagai alternatif ketiga antisipasi lonjakan kasus positif di Jakarta dan sekitarnya.

"Alternatif cadangan yang digunakan adalah Rusun Nagrak di Cilincing ini. Sesuai arahan Kepala BNPB memang hari ini saya diperintahkan untuk mengecek langsung di lapangan sebelum ini benar benar siap beroperasi," ujar Arifin kepada wartawan saat meninjau Rusun Nagrak, Jumat (18/6/2021).

Baca Juga:  Tingkat Kematian Anak Indonesia Akibat Covid-19 Tertinggi di Dunia

Arifin menyebut Rusun Nagrak disiapkan 5 tower. Namun, tower 1 dipergunakan untuk administrasi dan pengecekan awal.

"Rusun Nagrak terdiri dari 5 Tower. Tower 1 dipakai untuk administrasi dan menampung pasien OTG sedangkan tower 5 tempat istirahat nakes dan green zone. Namun alternatif terakhir apabila 4 tower penuh tower 5 diaktifkan sebagai tempat isolasi," terangnya.

Hal itu dipertegas oleh Kepala Unit Pengelolaan Rumah Susun III, Vita Nurviatin Rusun Nagrak memiliki 14 tower. Namun, masih dalam proses penghunian.

"Tower 1-5 ini masih kosong. Kemudian 6-10 masih kosong. Dan 11-14 sudah dihuni," jelas Vita.

Kemudian, Vita menyebut sesuai dengan Keputusan Gubernur Nomor 762 tahun 2021 tentang tempat isolasi terkendali. Oleh karena itu, tower 1-5 di pergunakan untuk lokasi isolasi.

"Jumlah lantai ada 16 masing-masing tower. Satu lantai ada 17 unit. Rusun ini tipe 36, jadi ada ruang tamu ada dua kamar, kamar mandi di dalam, ada wastafel ada balkon untuk cuci dan jemur," terangnya.

"Kalau satu unit okupansinya 2 pasien, maka 510 satu tower itu. Tapi kemarin arahan dokter Ariffin bisa dimaksimalkan. Karena ruang tamunya masih ada ruang bisa ditaruh dua bed. Jadi, ada 4 satu unit itu. Kalau satu unit di maksimalkan 4, jadi satu tower sebanyak 1.020. Tapi, nanti Dinas Kesehatan di lapangan berapa kapasitasnya tergantung saat berjalan. Misal satu keluarga bisa satu kamar," imbuhnya.

Lebih lanjut, Vita mengatakan perihal sarana dan prasarana masih tahap proses penyiapan. Sebab, Rusun Nagrak kondisinya kosong.

"Terkait sarana prasarana sedang di proses. Karena rusun ini kosong. Hanya ruangan aja untuk di sewakan oleh warga DKI ber KTP DKI dengan sistem sewa. Jadi kami tidak siapkan sarana prasarana. Tapi di dukung dengan SKPD lain dan ini di kordinir BPBD DKI Jakarta. Karena ini rusun baru. Jadi memang kosong 1-5 ini," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini