Negara Beradab Pasti Punya Jalur Sepeda

Erfan Maaruf, iNews · Jum'at 18 Juni 2021 18:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 18 338 2427417 negara-beradab-pasti-punya-jalur-sepeda-Q304yq0uKo.jpg Jalur sepeda (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menilai rencana pembongkaran jalur sepeda permanen di Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin, Jakarta Pusat, salah kaprah. Sebagai negara yang beradab, telah tepat pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuat jalur sepeda.

"Di bangsa yang beradab sepeda itu alat transportasi. Di Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 jelas sepeda adalah alat transportasi jadi jalur sepeda itu harus wajib ada supaya dia juga tidak berkeliaran di jalur sebelah kanan," kata Agus kepada MNC Portal, Jumat (18/6/2021).

Dia menjelaskan, dibuatnya jalur sepeda permanen oleh pemerintah daerah merupakan bentuk antisipasi kendaraan selain sepeda agar tidak masuk ke jalur sepeda. Sebab jika kendaraan masuk ke jalur sepeda akan membahayakan kendaraan sepeda yang lebih ringan.

"Kenapa di kasih pagar? Karena orang Indonesia sangat cuek dan maunya menang sendiri bisa ditabrak kalau pengendara sepeda cuma dikasih jalur tidak dibatasi," tuturnya,

Lebih lanjut menduga bahwa aksi protes yang dilakukan oleh Ahmad Sahroni sebagai anggota DPR karena kecemburuan. Dia menduga Sahroni karena memiliki kendaraan sepeda mahal road bike yang dirancang memiliki kekuatan cepat.

"Protes itu road bikes karena gowes kenceng dia gak mau masuk situ. Maunya kenceng kayak menguwasai jalan, tidak beda sama moge," kata Agus.

Baca Juga : Cerita Jalur Sepeda Sudirman-Thamrin dari Awal Pembangunan Sampai Ingin Dibongkar

Dia menyebut bahwa pengendara sepeda road bike merupakan pengendara dapat memakan banyak tempat. Dia menilai jika pertimbangan pembongkaran hanya kerena pengguna road bike dia menilai bahwa road bike yang harus menggunakan jalur lain.

"Sepeda untuk transportasi bukan untuk balapan. Kalau mau cepet-cepet suruh ke velodrome apa jangan jangan dia punya sepeda road bike yang harganya seharga mobil," ujarnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini