Ganjil Genap di Kota Bogor Efektif Kurangi Kerumunan di Akhir Pekan

Haryudi, Koran SI · Sabtu 19 Juni 2021 23:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 19 338 2427886 ganjil-genap-di-kota-bogor-efektif-kurangi-kerumunan-di-akhir-pekan-oypNtHq3Im.jpg Wali Kota Bogor, Bima Arya (foto: ist)

BOGOR - Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor kembali memberlakukan ganjil genap setiap akhir pekan, untuk mengurangi mobilitas warga pasca melonjaknya kasus harian Covid-19 di kota hujan.

Wali Kota Bogor, Bima Arya bersama Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro melakukan patrol menggunakan kendaraan roda dua untuk memantau arus lalu lintas di sejumlah titik pos sekat, Sabtu (19/6/2021).

Baca juga:  Begini Suasana Hari Pertama Penerapan Ganjil-Genap di Bogor

Selain ganjil genap, Satuan Lalu Lintas Polresta Bogor Kota juga memberlakukan penutupan arus lalu lintas dari arah Jagorawi dan Ciawi menuju Kota Bogor secara situasional. Arus dari arah tersebut dialihkan ke exit tol Bogor Selatan/Summarecon.

“Kebijakan ganjil genap dan penutupan arus lalu lintas ini targetnya bukan saja mengurangi mobilitas warga Bogor tetapi juga menyampaikan pesan kepada warga Jakarta dan sekitarnya untuk berhitung dan memikirkan kembali apabila ingin mengunjungi Bogor. Karena kebanyakan yang datang ke Bogor itu pagi dan siang. Makanya kemudian jam berlakunya itu jam 10.00 sampai jam 16.00 WIB,” ungkap Bima Arya.

Baca juga:  Kasus Covid-19 Naik, Pemkot Bogor Kembali Terapkan Ganjil-Genap?

Dalam pantauannya, arus lalu lintas di Kota Bogor relatif lengang dan lancar. Namun, di beberapa titik pos sekat terpantau padat.

“Kalau kita lihat tadi. Kita keliling di beberapa titik memang penyekatan itu ada sedikit antrean tapi secara keseluruhan Kota Bogor jauh lebih lengang dibandingkan masa-masa awal pemberlakuan dari ganjil genap beberapa bulan lalu. Ya mungkin karena warga sudah lebih tersosialisasi tentang program ganjil genap dan juga angka Covid yang rawan. Besok masih terus kita akan melakukan pengawasan di lapangan dan patroli,” jelas Bima.

Dari data yang dihimpun dari Jasa Marga selaku pengelola Tol Jagorawi, kendaraan dari arah Jakarta menuju Kota Bogor melalui exit Baranangsiang berkurang 51 persen dibanding pekan sebelumnya (jam 06.00-14.00 WIB). Pada Sabtu (12/6/2021) tercatat ada 11.735 kendaraan, sementara pada Sabtu (19/6/2021) hari ini hanya 5.703 kendaraan.

Sedangkan pada gerbang tol exit Bogor Selatan/Summarecon cukup ada peningkatan dari 965 pada Sabtu (12/6/2021), menjadi 3.481 pada Sabtu (19/6/2021). Meski ada peningkatan, angka tersebut masih dibawah angka mobilitas kendaraan menuju Kota Bogor dibanding pekan sebelumnya.

Sementara itu, Satlantas Polresta Bogor Kota mencatat kendaraan yang diputarbalikan di pos-pos penyekatan ganjil genap sebanyak 4.603 kendaraan dari jam 10.00 - 16.00 WIB.

“Data ini menunjukan bahwa sosialisasi cukup baik dan masyarakat cukup paham. Apa yang dilaksanakan oleh Satgas Covid-19 Kota Bogor itu adalah demi untuk menekan angka Covid-19 di Kota Bogor. Sedangkan penutupan akses masuk tol menuju Kota Bogor diberlakukan secara insidentil apabila memang ruas di penyekatan Baranangsiang cukup padat, maka kami akan memberlakukan buka tutup di pintu tol arah Bogor, baik dari Jagorawi maupun Ciawi,” pungkasnya.

Selain Sabtu ini, kebijakan ganjil genap juga masih berlaku Minggu (20/6/2021) dengan plat nomor kendaraan yang boleh melintas adalah berakhiran angka genap. Pos penyekatan antara lain di Simpang Baranangsiang, Jalan Pajajaran (RM Bumi Aki), Simpang Air Mancur, Simpang Jembatan Merah dan Simpang Empang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini