17 Warga Terpapar Covid-19, Satu Kampung di Cilandak Jaksel Lockdown

Ari Sandita Murti, Sindonews · Minggu 20 Juni 2021 17:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 20 338 2428083 17-warga-terpapar-covid-19-satu-kampung-di-cilandak-jaksel-lockdown-6ljDH0FeWi.jpg Foto: Ari Sandita

JAKARTA - Satu kampung di kawasan RT 06/01, Jalan Madrasah, Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, di-lockdown alias ditutup sementara, lantaran ada 17 orang warganya reaktif Covid-19. Petugas pun membuat posko kebutuhan pangan dan penjagaan di kawasan tersebut.

"Hari ini saya bersama Wakapolda Metro Jaya mengunjungi RT 06/01, Gandaria Selatan, Cilandak memonitor satu wilayah yang mendekati zona merah, yang mana terdapat 17 warga dengan 8 rumah terjangkit Covid-19," ujar Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Azis Andriansyah pada wartawan, Minggu (20/6/2021).

Baca juga: Sebaran Covid-19 Hari Ini: Jakarta Tembus 5.582 Kasus, Jateng 2.195

Menurutnya, polisi bersama TNI dan Pemerintah daerah serta masyarakat bersama-sama mengendalikan penularan Covid-18 di wilayah tersebut. Adapun sejauh ini langkah yang dilakukan itu berupa lokalisir atau pembatasan di wilayah tersebut, yang mana akses di kampung tersebut ke kampung lainnya ditutup.

"Jadi, hanya one gate system, disitu di jaga aparat Polri, TNI, dan masyarakat sehingga akan terdata yang keluar masuk dan garus dipastikan dia dalam kondisi sehat," tuturnya.

Baca juga: Mengkhawatirkan! Kasus Covid-19 Melonjak 13.737 Hari Ini, Meninggal 371

Dia menerangkan, 17 warga reaktif tersebut yang melakukan isolasi mandiri tidak diperbolehkan beraktivitas di luar rumah sebelum kesehatannya membaik atau dinyatakan bebas Covid-19. Guna memenuhi kebutuhan warga, didirikan posko di kawasan tersebut oleh Polri, TNI, pemerintah daerah dan warga.

"Sudah di bangun dapur umum untuk memenuhi kebutuhan dasar dari orang yang sedang di rawat tersebut, saat ini sedang berjalan. Dari hasil pemantauan 17 warga yang dicek ulang, sekarang sudah mulai membaik dan kemungkinan tinggal 12 orang atau empat rumah karena 5 orang menunggu hasil PCR, hasil swabnya non reaktif," katanya.

Aparat gabungan dikerahkn untuk membantu proses lockdown, memantau, dan mengawasi masyarakat untuk terus memberlakukan protokol kesehatan secara ketat. Diharapkan, kampung tersebut bisa bebas dari penularan Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini