Berikut Perkembangan Data Kasus dan Vaksinasi Covid-19 di Jakarta Hari Ini

Dominique Hilvy Febiani, MNC Media · Minggu 20 Juni 2021 21:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 20 338 2428158 berikut-perkembangan-data-kasus-dan-vaksinasi-covid-19-di-jakarta-hari-ini-57Of6zCjDG.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta menggenjot 3T dan vaksinasi COVID-19 sebagai upaya optimalisasi penanganan penyebaran virus. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, bahwa masyarakat memiliki tanggung jawab untuk mengimplementasikan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

Ia mengatakan, bahwa masyarakat perlu tahu bahwa vaksinasi Covid-19 saat ini hanya meminimalisir dampak keterpaparan dan masih terdapat kemungkinan tertular dan menularkan virus Covid-19 jika mengabaikan protokol kesehatan.

"Perlu diketahui bahwa kasus positif yang masih fluktuatif dan kian mengalami kenaikan. Seluruh lapisan masyarakat harus berkontribusi untuk memutus rantai penyebaran wabah ini," tulis Anies sebagaimana dikutip dari laman resmi PPID DKI Jakarta, Minggu (20/6/2021).

Baca juga:  Covid-19 Mengganas, Eks Ketua IDI : Kalau Mau Tarik Rem Darurat, Sekarang Saatnya

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, merujuk data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 19.572 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 16.636 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 5.582 positif dan 11.054 negatif. Selain itu, dilakukan pula tes Antigen hari ini sebanyak 4.635 orang dites, dengan hasil 534 positif dan 4.101 negatif.

Dwi juga menyebut, trend kasus positif aktif pada anak di bawah usia 18 tahun terus bertambah. Dari 5.582 kasus positif hari ini, 655 kasus adalah anak usia 6 - 18 tahun, 224 kasus adalah anak usia 0 - 5 tahun, 4.261 kasus adalah usia 19 - 59 tahun, dam 442 kasus adalah usia 60 tahun ke atas.

“Untuk itu, kami mengingatkan warga untuk menghindari keluar rumah membawa anak-anak,” tulis Dwi.

 Baca juga: Ada 2 RT di Jakarta yang Zona Merah Covid-19

"Adapun distribusi 5.582 kasus positif hari ini, yaitu Kepulauan Seribu 7 kasus, Jakarta Barat 1.220 kasus, Jakarta Pusat 669 kasus, Jakarta Selatan 1.082 kasus, Jakarta Timur 1.562 kasus, dan Jakarta Utara 1.042 kasus. Kecamatan dengan jumlah kasus terbanyak, antara lain Cengkareng 238 kasus, Penjaringan 208 kasus, Tanjung Priok 206 kasus, dan Cilincing 202 kasus," tulis Dwi dalam keterangan tertulisnya.

"Target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen), artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu. Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 103.210 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 396.394 per sejuta penduduk," terangnya.

Dwi mengatakan, terdapat 3.030 kasus aktif di Jakarta, hingga saat ini jumlah kasus aktif mencapai 30.142 (orang yang masih dirawat/isolasi). Sementara itu, jumlah kasus konfirmasi secara total yakni 474.029 kasus. Perlu diketahui, hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR.

Baca juga:  Pasien Covid-19 Melonjak, Ini yang Dibutuhkan Rumah Sakit

"Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 435.982 dengan tingkat kesembuhan 92,0 persen, dan total 7.905 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,7 persen, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,7 persen," kata Dwi.

"Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 25,2 persen, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11,2 persen. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen," ucap Dwi.

"Sementara itu, proses vaksinasi juga masih terus berlangsung. Adapun jumlah sasaran vaksinasi total Provinsi DKI Jakarta sebanyak 8.815.157 orang. Untuk Vaksinasi Program, total dosis 1 saat ini sebanyak 3.384.704 orang (38,4 persen), dengan jumlah yang divaksin dosis 1 hari ini sebanyak 145.453 orang. Sedangkan total dosis 2 kini mencapai 1.886.757 orang (21,4 persen), dengan jumlah yang divaksin dosis 2 hari ini sebanyak 5.760 orang," kata Dwi.

Dwi memaparkan bahwa capaian vaksinasi untuk warga usia 18-59 tahun, untuk dosis 1 telah dilakukan kepada 2.789.050 orang (35,3 persen) dan vaksinasi dosis 2 mencakup 1.351.484 orang (17,1 persen). Sedangkan, pada kelompok lansia, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 595.654 orang (65,3 persen) dan vaksinasi dosis 2 mencakup 535.273 orang (58,7 persen). Sementara vaksinasi gotong royong, untuk dosis 1 telah diberikan kepada 51.827 orang dan dosis 2 sebanyak 11.313 orang.

Dwi menekankan, bahwa penindakan atas pelanggaran penggunaan masker dan pendataan buku tamu juga akan digalakkan oleh Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, begitu pula dengan bentuk pelanggaran-pelanggaran PSBB lainnya, seperti pelanggaran di restoran/rumah makan, serta pelanggaran perkantoran, tempat usaha, dan tempat industri.

"Sanksi yang diberlakukan berupa kerja sosial, denda, penghentian sementara kegiatan, hingga pencabutan izin usaha," kata Dwi.

Dwi mengatakan, bahwa pihaknya telah memberlakukan denda dalam upaya penertiban untuk menimbulkan efek jera.

"Berdasarkan laporan harian Satpol PP Provinsi DKI Jakarta pada 19 Juni 2021 pukul 18.00 WIB, telah dilakukan penertiban dengan total denda sebesar Rp 6.550.000." Kata Dwi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini