Pemkot Tangerang Manfaatkan Sekolah Jadi Ruang Isolasi Covid-19

Isty Maulidya, Okezone · Senin 21 Juni 2021 11:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 21 338 2428349 pemkot-tangerang-manfaatkan-sekolah-jadi-ruang-isolasi-covid-19-ZAOcdDoYwa.jpg Pemkot Tangerang manfaatkan sekolah jadi ruang isolasi Covid-19 (Foto : Okezone.com/Isty)

TANGERANG - Sejumlah fasilitas penanganan Covid-19 di Kota Tangerang diketahui penuh sejak beberapa hari lalu. Hal tersebut membuat pemerintah setempat menambah ruang isolasi khususnya bagi pasien tanpa gejala dan pasien gejala ringan.

Wali Kota Tangerang, Arief Wismansyah mengatakan bahwa pihaknya menggunakan ruang kelas di SMPN 30 sebagai rumah isolasi tambahan. Penuhnya ruang isolasi di Puskemas Jurumudi, membuat Pemkot Tangerang mau tak mau menggunakan sekolah tersebut yang bersebelahan dengan puskesmas.

"RIT penuh, kita gunakan dulu ruang kelas. Itu pun karena Puskesmas Jurumudi, Kecamatan Benda, bersebelahan dengan SMPN 30, makanya kita gunakan ruang kelas tersebut," tutur Arief, Senin (21/6/2021).

Puskemas Jurumudi sudah menampung 70 pasien Covid-19, kemudian untuk ruang kelas di SMPN 30 akan menampung 150 pasien Covid-19. Ruangan yang disiapkan berjumlah 19 ruangan, dengan rincian setiap ruangan menampung paling banyak 8 bed.

Baca Juga : Asrama Haji Siap Tampung Pasien Isolasi Mandiri Covid-19

"Rencananya 150 bed. Sekolah itu ada dua wing (sayap), kita pakai dulu wing yang satu, nanti kalau wing satu penuh, baru kita buka wing sebelahnya," kata Arief.

Penambahan rumah isolasi juga rencananya akan dilakukan di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang. Namun, akan dilakukan survey langsung terlebih dulu untuk melihat kelayakan dan juga kesiapan SDM tenaga kesehatan di sana.

Arief berharap, dengan kondisi masih di tengah pandemi Covid-19 ini, masyarakat agar bisa lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan untuk keselamatan diri, keluarga dan sesama.

"Saya harap masyarakat jangan lalai terhadap protokol kesehatan, jika tidak maka keselamatan orang - orang terdekat kita yang akan terancam karena kelalaian kita terhadap protokol kesehatan," pungkas Arief.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini