494 Tahun Jakarta, Ini Kado Ulang Tahun dari Anies untuk Atasi Kemacetan Ibu Kota

Bima Setiyadi, MNC Portal · Senin 21 Juni 2021 13:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 21 338 2428426 494-tahun-jakarta-ini-kado-ulang-tahun-dari-anies-untuk-atasi-kemacetan-ibu-kota-kWDLGAU2Rw.jpg Anies Baswedan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Jakarta genap berusia 494 tahun pada 22 Juni 2021, besok. Di tengah perkembangannya, kemacetan di Ibu Kota masih menjadi masalah klasik.

Beragam kebijakan untuk mengurai kemacetan terus dilakukan oleh sejumlah gubernur DKI Jakarta. Mulai dari pembangunan Transjakarta di era Gubernur Sutiyoso hingga pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) di era kepemimpinan Gubernur Joko Widodo (Jokowi).

Baca juga: 10 Ondel-Ondel Raksasa Bakal Mejeng di HUT DKI 22 Juni

Di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, moda transportasi yang ada dikembangkan dan saling diintegrasikan. Misalnya saja integrasi halte bus Transjakarta CSW koridor 13 dengan stasiun MRT Asean yang rencananya akan diresmikan pada saat ulang tahun Jakarta besok. 

"CSW : Wajah Baru Integrasi Jakarta. CSW menjadi titik baru integrasi antarmoda transportasi antara @pt_transjakarta dan @mrtjkt," tulis akun instagram @dishubdkijakarta dikutip Senin (21/6/2021).

Sejak diresmikan pada Agustus 2017 lalu oleh Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat, koridor 13 Ciledug-Tendean belum terintegrasi dengan moda transortasi lainnya meski berhimpitan dengan kereta api Commuter ataupun MRT Lebak Bulus-Bundaran HI yang sudah dalam tahap finishing pembangunan. Akibatnya, koridor 13 yang dibuat melayang sepi penumpang. 

Baca juga: Catat! Ini Rangkaian Acara HUT Ke-494 DKI Jakarta

Gubernur Anies menilai koridor 13 (Ciledug-Tendean) merupakan koridor transportasi gagal. Menurutnya, perencanaan dalam pembangunan transportasi harus matang dan terintegrasi. 

Anies mengatakan, koridor bus TransJakarta Ciledug-Tendean yang melayang tidak dibangun dengan perencanaan transportasi yang matang. Sebab, titik koridor yang berhimpitan dengan moda transportasi lainnya tidak diintegrasikan. 

Pada 2019, Anies meminta halte CSW Transjakarta dan MRT Asean terintergasi. Pada Oktober 2019, pembangunan jembatan layang dimulai. Letaknya di area trotoar Jalan Kiai Maja di depan Gedung PLN Area Bulungan. Jembatan layang itu menghubungkan antara Stasiun ASEAN dan Halte Transjakarta CSW yang melayani bus koridor 13.

Jembatan layang dilengkapi dengan eskalator, tangga, dan elevator/lift. Termasuk retail. Jembatan layang ini memiliki panjang sekitar 144 meter dan lebar 4,5 meter. Dilengkapi railing pada koridor dan atap dengan konsep mengoptimalkan aliran udara secara alami. Tinggi dari permukaan jalan sekitar tujuh meter. Jembtan layan itupun kini sudah terhubung dengan lingkar CSW.

"Dari MRT menuju Transjakarta koridor 13, Dari MRT menuju koridor 1 , Dari Koridor 1 Transjakarta menuju Koridor 13 dan menuju rute non BRT ke arah bintaro , rempoa dan rute lainnya sekarang bisa via CSW," lanjut keterangan tulisan @dishubdkijakarta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini